Deteksionline.com, Jakarta – Polda Metro Jaya, kembali menerapkan tilang manual yang sebelumnya, sempat dihentikan, dan menggatikan dengan tilang elektronik (E-TLE).

Bahkan, tilang manual tersebut, bakal menyasar terhadap pelanggaran-pelanggaran lalu lintas tertentu yang kembali marak terjadi di Ibukota saat ini.

“Mulai dari pemalsuan Nopol, melepaskan pelat nomor polisi, dan menggunakan knalpot brong,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Latif Usman, ketika dihubungi awak media, Selasa, (06/12/2022).

Sebab, kenyataan yang terjadi di lapangan, tegas Latif, dimana ada nya para pengemudi nakal yang selalu menyiasati terhadap tilang elektronik.

Sementara, prosedural tilang manual timpal Latif, sama seperti tilang manual yang pernah diberlakukan sebelum nya.

“Prosedur nya seperti biasa, jika melanggar, kita dihentikan, dan kita tilang para pelanggar lalin,” jelasnya.

Perihal surat tilang telah ditarik, tegas Latif tidak benar. Sebab, surat tilang untuk sementara hanya tidak digunakan.

Namun, surat tilang itu kembali digunakan dalam hal penertiban dan penegakan hukum, lantaran adanya fenomena menggantikan pelat nomor oleh para pengendara ini.

“Nah ini yang akan kita hentikan, kita periksa. Kalau tidak sesuai kita tahan mobilnya sampai dengan dia bisa menunjukkan surat-suratnya,” jelasnya.

Pelat nomor tegas Latif, merupakan persyaratan untuk kendaraan itu bisa beroperasional di jalan. Dengan sengaja melepas atau menggantinya dengan yang palsu, maka pengguna kendaraan timpal Latif dianggap telah menyalahi aturan.

“Tidak boleh kalau mereka melepas (memalsukan) pelat nomor, ini merupakan pelanggaran. Dan ini merupakan pelanggaran yang cukup berat sehingga kami akan lakukan tilang untuk melakukan penyitaan terhadap kendaraan tersebut dengan tilang manual,”tutupnya.