Deteksionline.com, Jakarta – Rakor baru ditorehkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dalam menyidangkan kasus kepemilikan Narkotik jenis sabu dalam waktu 30 menit.

Sidang tersebut dilakukan dalam menangani perkara nomor 707/Pid.Sus/2022/PN Jkt.Pst atas nama terdakwa Herman anak dari Tommy Rantung yang dilakukan sidang dengan tiga agenda yaitu, Pembacaan Dakwaan, pemeriksaan saksi dari kepolisian yang melakukan penangkapan dan pemeriksaan terdakwa.

Persidangan dilakukan pada hari Senin tanggal 5 Desember 2022 dimulai sejak pukul 15.11 WIB sampai dengan selesai pukul 15.40 WIB.

Dalam dakwaan, JPU Muhammad Agung mendakwa Herman menggunakan pasal Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Atau kedua diatur dan diancam dengan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Atau ke tiga perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam menggunakan pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” Ucap Muhammad Agung di PN Jakpus.

Setelah pembacaan dakwaan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Bernadette Samosir kemudian melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi yang dihadirkan oleh JPU dari pihak kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Kedua orang saksi bernama Wahyudi Ari Saputra dan Andito Rio Pratama mengaku, penangkapan dilakukan terhadap terdakwa di Halaman Parkir RedDoorz Near Mangga Dua Square Jalan Gunung Sahari XI Kecil Nomor 24 RT. 003 RW. 003 Kelurahan Gunung Sahari Utara Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat pada tanggal 8 Juli 2022.

“Kami menangkap terdakwa pada Hari jumat tanggal 8 Juli di halaman parkir RedDoorz Near Mangga Dua Square,” Ucap kedua saksi.

Wahyudi dan Andito mengaku, pada saat melakukan penangkapan ia bersama timnya yang berjumlah tujuh orang dari Polda Metro Jaya berhasil mengamankan terdakwa dan barang bukti atas informasi dari masyarakat.

Pada saat melakukan penggeledahan, terdakwa mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Bucek yang saat ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

“Didalam motor terdapat narkotika jenis sabu dengan berat bruto 10,59 gram dan dari terdakwa mendapatkan satu buah henphone samsung , satu unit sepeda motor yang dia pakai,” Ucap saksi.

Keduanya mengaku, atas informasi yang mereka peroleh dari masyarakat, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengamatan di sekitar tepat tinggal terdakwa.

“Sebelumnya kita sudah melakukan observasi, ada informasi dari masyarakat kalau si Herman ini dia suka menggunakan narkoba di sekitar Gunung Sahari kecil,” Ungkapnya.

Para saksi mengaku, pada saat penangkapan, pihaknya tidak menanyakan tujuan dari terdakwa membeli barang haram seberat 10 gram tersebut. Kedua saksi itu menilai hal tersebut merupakan kewenangan penyidik.

Usai pemeriksaan saksi tersebut, hakim pun kemudian melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam kesempatan itu, majelis hakim menanyakan tujuan dari terdakwa langsung memesan Narkotika jenis sabu sebanyak 10 gram. Namun terdakwa mengaku barang haram tersebut dibeli untuk digunakan sendiri.

“Karena saya mengkonsumsinya aktif. Untuk dikonsumsi sebagian untuk stok. Biasanya beli lima gram,” Ucap terdakwa.

Dalam kesempatan itu, Herman mengaku awalnya dirinya memesan barang haram tersebut kepada Bucek seberat 5 gram. Namun, ia diminta agar membeli lebih karena kualitas barang haram tersebut sedang bagus.

Kemudian terdakwa memesan barang haram tersebut seberat 10 gram dengan harga Rp. 8.400.000 yang biasa transfer kepada Bucek. Setelah melakukan transfer, lanjutnya, ia diminta untuk mengambil narkotika jenis sabu tersebut di septi box Citra Land Mol jalan Arif Suparman, Tanjung Priuk, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat.

“Dengan memesan kepada Bucek, dia memberi arahan untuk mengambil barangnya. Dua kali. Kurang lebih sama,” Ungkapnya.

Selain itu, Herman mengaku mendapatkan asesmen dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyatakan agar terdakwa direhap. Herman mengungkapkan, dirinya sudah dua tahun menggunakan Narkotika jenis sabu.

“Karena saya mengkonsumsinya aktif. Putusannya rehab,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis hakim Bernadette mengaku akan mengecek surat asesmen yang dikeluarkan oleh BNN terhadap terdakwa lantaran penggunaannya yang dianggap tidak wajar karena langsung memesan Narkotika sebanyak 10 gram.

“Baru satu dua tahun yang lalu, berarti belom lama memakainya. Saya belum baca itu rekomendasi dari BNN,” Ungkap Bernadette. (Nando).