Deteksionline.com, Jakarta – Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berinisial KM yang melakukan kekerasan fisik kepada istrinya berinisial MM dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Putusan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut agar terdakwa dihukum tiga tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim, Astriwati mengatakan, yang menjadi pertimbangannya dalam menjatuhkan hukum karena terdakwa belum pernah dihukum.

“Hal-hal yang memberatkan terdakwa tidak berterus-terang didalam persidangan, hal yang meringankan, terdakwa belum pernah di Hukum,” Ucap Astriwati dalam membacakan putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (1/12/2022).

Sementara itu dalam putusannya, Astriwati mengatakan terdakwa telah melakukan kekerasan fisik terhadap MM selama sembilan dulan di rumahnya.

Selain kepada istrinya, lanjut Ketua Majelis Hakim, terdakwa juga dinyatakan melakukan kekerasan terhadap anaknya berinisial CM.

“Segala apapun yang terjadi penyebab pertengkaran antara terdakwa dengan saksi korban, terdakwa selalu melakukan kekerasan fisik sejak Januari 2021 sampai dengan September 2021,” Ucap Hakim.

Selain dari keterangan MM dan CM, Astriwati mengaku keterangan para saksi diperkuat dengan adanya hasil visum et repertum yang dikeluarkan oleh RSUD Tarakan.

“Menimbang berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, berdasarkan keterangan saksi korban MM, CM yang didukung bukti surat yaitu visum et repertum nomor 204/RSUDTarakan/XI/2021 tanggal 5 Oktober yang ditandatangani oleh Dokter Andreas dan Dokter Nadia sebagaimana telah diuraikan diatas maka perbuatan terdakwa telah melakukan kekerasan fisik terhadap saksi korban,” Ungkap Astriwati.

Atas perbuatan tersebut, Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam RumahTangga.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga . Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun,” Ucapnya. (Nando).