Deteksionline.com, Jakarta – Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mendorong Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyiapkan Kamtibmas kondusif, dan segera merotasi Perwira Tinggi (Pati) baik di lingkup Mabes Polri sampai wilayah (Kapolda).

Hal ini akan menjadi harapan masyarakat tanah air tercinta menginginkan situasi lingkungan benar – benar nyaman, aman dan terkendali. Polri lebih dimohon profesional dan dapat menjalankan tugas Presisi Kapolri sesuai denyut nadi Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menjelang tahun politik 2023 diprediksi tugas Polri kian signifikan menghadapi berbagai tantangan Kamtibmas. Dengan tetap mengedepankan soliditas dan netralitas tugas di lapangan.

“ICK mendapat informasi layak dipercaya di Mabes menyebutkan Kapolri akan melakukan mutasi skala besar untuk jajaran Pati di Mabes Polri dan sejumlah Kapolda. Tentu pergeseran Pati dan Kapolda sesuai harapan masyarakat dan Presisi yang digadang-gadang Kapolri untuk menjalankan tupoksi Polri dalam memberikan Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat dapat lebih baik dan maksimal,” kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (24/11/2022).

Rencana Kapolri merotasi posisi Pati-nya sampai jenjang perwira menengah lanjut Gardi, mengungkap informasi yang diterima ICK ada sejumlah Kapolda di antaranya, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Riau, Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Sulawesi Selatan, Kapolda Banten.

Selain itu, penyegaran posisi jabatan d Mabes Polri karena purna tugas dan reegenerasi penempatan tugas jenderal profesional diharapkan sungguh sungguh punya track record teruji.

Mengingat tahun 2022 ini sejumlah petinggi Polri harus dicopot bahkan menghadapi pidana karena penyalahgunaan kinerja dan terlibat aksi kejahatan beragam mulai pembunuhan, beking perjudian kelalain tugas berakibat kematian tragis 156 suporter bola, bandar narkoba, mafia tambang sampai tuduhan marak perselingkuhan dan gaya hidup hedonis.

Posisi mutasi yang perlu dilaksanakan untuk penyegaran tugas yakni Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), Kabaharkam, dan sejumlah pos Pati di Mabes Polri juga akan diganti.

“Posisi posisi strategis yang dirotasi itu, ICK berharap Kapolri menempatkan jenderal jenderal yang berkompeten pada jabatannya. Yang terpenting secara personal tidak berkasus, atau berpotensi bermasalah hingga menambah tumpukan pekerjaan rumah (PR) Kapolri bahkan semakin mencoreng korps aparat penrgak hukum berseragam coklat yang tahun ini bisa dikatakan tahun ‘Polri Tercoreng’ akibat ulah anggotanya sendiri,” ungkap Gardi.

Menyorot rencana mutasi yang juga akan dialami Polda Metro Jaya, Ketua ICK to the point menyebut posisi yang pas dan tepat saat ini mengantikan Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, disebut-sebut ada sejumlah sosok jenderal terbaik adalah Irjen Pol Muhammad Iqbal sejak 17 Desember 2021 menjabat Kapolda Riau, Irjen Pol Suntana (Kapolda Jawa Barat), Irjen Pol Prof Rudi Haryanto saat ini Kapolda Banten, Asrena Mabes Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat dan Brigjen Pol Hendro Pandowo (Wakapolda Metro Jaya.

“Bila rencana Kapolri jadi merotasi jajarannya termasuk Kapolda Metro Jaya adalah prerogatif Kapolri didukung dewan kepangkatan tertinggi Mabes Polri termasuk otoritas Kompolnas dan Presiden. Mobilitas Polda Metro Jaya amankan Ibukota yang kompleks dan hetoregen sukses ditangan Irjen M Fadil Imran,” kata Gardi.

Dengan demikian kondisi Kamtibmas wilayah hukum Polda Metro Jaya sama harus lebih mantab lagi di pimpin Kapolda baru jelang tahun Politik 2023 sampai Pemilu 2024. “Tepat calon Kapolda Metro juga yang pernah pengalaman sukses, tugas sukses sebelumnya d wilayah hukum Polda Metro, ” ucap Gardi Gazarin.

Pertimbangan penunjukkan orang nomor satu d Polda Metro Jaya itu tidak saja ahli segala pengalaman menjalankan strategi Kamtibmas juga tegas, konsisten dan humanis mengamankan seluruh simbol negara, obyek fital dan kepentingan kerjasama antar kedubes.

Jakarta diprediksi dalam tahun politik ini bakal super sibuk menghadapi semangat “pertarungan” antar puluhan partai politik menuju sukses Pileg dan Pemilu. Karena itu, wajib aparat Kamtibmas setempat netral di lapangan.

Selain itu lanjut Gardi Gazarin, siapa pun calon Kapolda Metro harus punya track record mumpuni dapat diandalkan mengamankan Kamtibmas, termasuk mendukung keberagaman, pemberantasan narkoba sampai akarnya, memperbaiki sistim kesemrawutan lalu lintas Jakarta dan menekan ancaman sejak dini kejahatan transnasional.

“Warga Jakarta dan sekitar dengan penduduk nencapai 10 juta lebih ini tentu sangat mendambakan Kamtibmas terjaga kondusif, lalu lintas yang aman dan nyaman terutama tidak lagi macet berkepanjangan. Meski memang terus ada perbaikan namun ICK menilai belum signifikan. Kehadiran Kapolda paham pencegahan secara prosedur atas kejahatan jalanan, maraknya tawuran antar warga dan ancaman arogansi ormas. Penanganan lalu lintas tidak saja untuk lebih memberikan Kamtibmas yang lebih baik lagi juga lalu lintas ibu kota perlu penyelesaian maksimal dari pucuk pimpinan Polda Metro Jaya yang juga memilih lebih keahlian dalam penanganan lalu lintas yang juga nadi kehidupan ibukota saat menjalankan aktifitas,”tutupnya.