Deteksionline.com,Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA), Muhammad Syarifuddin meminta masyarakat mengawasi proses Peradilan setelah ditetapkannya dua Hakim Agung jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Syarifuddin dalam acara bertajuk MARI (Mahkamah Agung Republik Indonesia) Mendengar di Gedung Mahkamah Agung Jakarta, pada Selasa 22 November 2022.

“Jadi saya sampaikan terima kasih kepada para pegiat pemantau peradilan yang ikut mengawasi dan memberikan masukan-masukan,” ucap Muhammad Syarifuddin.

Ia mengaku, pengawasan Peradilan sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan bagi MA agar proses peradilan sesungguhnya terjadi di masyarakat.

“Hal demikian penting untuk sebagai bahan perbaikan, seluruh masukan akan dibahas secara internal untuk meningkatkan program-program pembaruan peradilan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Syarifuddin mengaku menyerahkan dan mendukung proses hukum yang dilaksanakan oleh KPK terhadap Hakim Agung dan pegawai Mahkamah Agung.

Pihaknya juga sudah menjatuhkan sangsi internal memberhentikan sementara aparatur yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka, pencopotan dari jabatan, dan rotasi dan mutasi untuk penyegaran di jajaran Kepaniteraan MA.

Namun hal tersebut tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh MA dalam dugaan permaian perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Sebelumnya, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Andi Samsan Nganro mengaku akan memeriksa berkas perkara terkait adanya informasi dugaan permainan perkara di PN Jakpus. Namun, sampai hari ini belum ada informasi lebih lanjut terkait pemeriksaan perkara tersebut.

“Baik. Saya cari datanya dan telusuri apakah ada laporannya ke Bawas,”kata Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Selasa (15/11/2022).

Andi Samsan mengaku, akan segera menyampaikan informasi pemeriksaan berkas terkait dugaan permainan kasus di PN Jakpus.

“Baik. Nanti kami tanggapi ya. Terimakasi atas informasinya. Saya karena sibuk memang belum memberikan tanggapan,” Ucap Andi.

Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait pemeriksaan yang dilakukan atas informasi dugaan permaian perkara yang dilakukan sejumlah hakim PN Jakpus. (Nando).