Deteksionline.com,Jakarta – Maraknya dugaan permainan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) belum juga dilakukan pemeriksaan oleh Bidang Yudisial Mahkamah Agung (MA).

Wakil Ketua MA Bidang Yudisial , Andi Samsan Nganro belum juga menjelaskan kelanjutan terkait adanya dugaan permainan dalam menangani perkara yang melibatkan adik dari mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Patricia Patrice Rio Capella, Rades Rahadian.

Rades Rahadian di vonis hukuman ringan hanya membayar denda sebesar 15 Juta Rupiah atas perbuatannya melakukan kekerasan terhadap istrinya berinisial AS yang menyebabkan luka lebam pada bagian wajah.

Atas informasi tersebut, Andi Samsan Nganro mengaku akan memeriksa ulang berkas perkara tersebut. Namun, sampai saat ini, saat dikonfirmasi Senin, 21 November 2021 Wakil Ketua MA Bidang Yudisial tersebut belum memberikan penjelasan terkait perkembangan pemeriksaan yang dimaksud.

Sebelumnya, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Andi Samsan Nganro akan memeriksa berkas perkara terdakwa Rades Rahadian terkait informasi dugaan permainan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Terdakwa Rades Rahadian yang merupakan Adik Bungsu mantan Sekretaris Jenderal (Sekjend) partai Nasdem, Patrice Rio Capella, dijatuhi hukuman denda 15 Juta Rupiah setelah dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap AS.

“Baik. Saya cari datanya dan telusuri apakah ada laporannya ke Bawas,”Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Selasa (15/11/2022).

Andi Samsan mengaku, akan segera menyampaikan informasi pemeriksaan berkas terkait dugaan permainan kasus di PN Jakpus.

“Baik. Nanti kami tanggapi ya. Terimakasi atas informasinya. Saya karena sibuk memang belum memberikan tanggapan,” Ucapnya.

Ia memgaku, terkait dengan putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim terhadap Rades Rahadian tidak dapat diintervensi.

Namun ia berjanji akan menindak Hakim jika terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) selama proses persidangan.

“Kalau soal pemidanaanya kami tidak bisa mencampuri karena menyangkut independensi hakim. Namun jika di balik pemidanaan itu ada faktor mempengaruhi yang sifatnya non teknis dan ada pengaduan atau laporan tentu kami pelajari dan tindak lanjuti,” Pungkasnya.

Sementara itu, Sebelum putusan tersebut dibacakan, beredar informasi terkait dengan hukuman denda 15 Juta Rupiah akan dijatuhkan kepada terdakwa.

Namun Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (KPN Jakpus), Liliek Prisbawono Adi sampai hari ini masih bungkam sejak dikonfirmasi, pada Senin 7 November 2022.

Ternyata informasi tersebut terbukti setelah Majelis hakim PN Jakpus menjatuhkan hukuman denda 15 Juta Rupiah kepada Rades Rahadian.

“Mengingat, ketentuan pasal 44 ayat 1 Undang-undang nomor 23 tahun 2004, mengadili, menyatakan terdakwa Rades Rahadian terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga, sebagaimana yang didakwakan Penuntut Umum,” Ucap Ketua Majelis Hakim, Betsji Siske Manoe dalam membacakan putusannya di PN Jakpus pada Selasa, (8/11/2022).

Dalam pembacaan putusannya, Ketua Majelis Hakim dengan nada yang sangat pelan mengatakan hal yang meringankan perbuatan terdakwa karena bersikap sopan di persidangan.

“Keadaan yang meringankan terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa belum pernah dihukum,” Ucapnya.

Setelah membacakan putusan tersebut, Hakim Betsji pun menanyakan tanggapan terdakwa dan JPU terhadap putusannya.

“Saudara terbukti ya. Jadi saudara dijatuhi hukuman denda dan kalau tidak bisa membayar diganti dengan pidana kurungan dua bulan. Bagai mana? diterima atau pikir-pikir dulu?,” Ucapnya.

Terdakwa dan JPU pun menyatakan menerima putusan tersebut. (Nando).