Deteksionline.com, Jakarta – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana.

Dalam membongkar kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berijisual CRM (35) tahun. AYR merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban bernama Icha yang jasadnya ditemukan di Kalimalang beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan awalnya pada tanggal 17/10/2022 sekira pukul: 21.35 WIB di parkiran Truk Jalan Raya Kalimalang, Jati Bening, Pondok Gede Bekasi, ditemukan bungkusan plastik hitam berisi sesosok mayat perempuan.

“Setelah dilakukan identifikasi, diketahui mayat tersebut bernama AYR alias Icha berlamat di Pulo Gebang Indah, Cakung Jakarta Timur,” kata Zulpan ketika menggelar pressvrelease di Mapolda Metro Jaya, Senin, (24/10/2022).

Dari hasil intrograsi keluarga di peroleh informasi bahwa diduga korban terakhir pergi dengan pelaku CRM.

Selanjutnya tim Subdit Jatanras berhasil mengamankan pelaku pada saat pelaku akan menjual laptop barang milik korban di rumah gadai Jalan Jatiwaringin Raya Nomor 234 Pondok Gede Bekasi.

“Saat di intrograsi awalnya pelaku mengaku kalau korban meninggal karena sakit Asma saat sedang bersama dengan pelaku di Apartemen Grand Pramuka City Jakarta Timur,” timpalnya.

Namun setelah didalami dan dari hasil penyidikan secara Scientific Investigation beber Zulpan, akhirnya pelaku mengakui telah membunuh korban dengan direncanakan. Karena, pelaku dendam (sakit hati) dengan korban.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menambahkan, CRM di tangkap pada Selasa (18/10/2022) lalu, dikawasan Pondok Gede atas perkara pembunuhan berencana terhadap seorang perempuan berinisial AYR.

Motif CRM melakukan pembunuhan terhadap AYR lantaran dendam, dan sakit hati karena masalah pribadi.

“Dari hasil pemeriksaan terangka mengaku sakit hati. Tersangka menyimpan dendam terkait masalah di lingkar pertemanan mereka” tutupnya.

Atas perbuatannya, tersangka CRM dijerat dengan Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP, dengan pidana Hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 (dua puluh) tahun.