Deteksionline.com,Jakarta – Pekerjakan anak dibawah umur sebagai budak seks para lelaki hidung belang, mucikari EMT dan joki RR alias Ivan, diamankan Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal, usai menerima laporan dari ayah korban.

“Menindak laporan tersebut, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang mucikari dan juga seorang joki,” kata Zulpan saat menggelar press release di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (21/09/2022)

Dalam melancarkan aksinya, kedua tersangka itu terang Zulpan mempunyai peran masing-masing. Tersangka EMT jelas Zulpan berperan sebagai mucikari dengan menawarkan korban untuk bekerja sebagai wanita Booking Out (BO), dengan iming-iming korban mendapatkan banyak uang.

“Para tamu harus merogoh koceh senilai Rp.300.000 sampai dengan Rp.500.000 untuk sekali kencan dengan korban,” timpalnya.

Sementara tersangka RR alias Ivan beber Zulpan berperan sebagai joki dengan mencarikan para tamu, menggunakan aplikasi michat bernama Qwerty.

“Sehari korban bisa melayani 1-2 orang tamu,”tutur Zulpan.

Bahkan, uang hasil prositusi online tersebut, tersangka tak memberikan kepada korban.

“Dengan alasan, tersangka harus membayar sewa kamar apartemen perhari seharga Rp.200.000,”katanya.

Selama dua tahun bekerja sebagai wanita BO, korban harus melayani lelaki hidung belang dari apartemen satu ke Aperten yang lain, mulai dari Apartemen A yang ada di Tangerang, hingga Apartemen P yang berlokasi di Jakarta.

“Pada saat di apartemen P Jakarta tersangka EMT sering memindahkan korban dari kamar satu ke kamar lainnya dengan alasan keamanan,”

Tak hanya itu saja, korban diwajibkan membayar uang deposit. Jika tak mampu membayar, tersangka EMT mencatatkan itu sebagai hutang.

Bahkan, korban terang Zilapan, harus membayarkan hutang tersebut dengan cara mencicil, sampai lunas dari uang hasil BO dan tidak diperbolehkan pergi jika hutang tersebut belum dilunasi.

“Sehingga total hutang anak korban sampai dengan saat ini adalah sebesar Rp. 32.290.000,”tandasnya.

Atas perbuatanya, para tersangka ini dijerat dengan Pasal, 76 1 Jo Pasal 88 UU No. RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 UU RI NO. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.