Deteksionline.com,Jakarta – Pekerjaan rumah yang paling besar adalah masalah kemacetan yang sampai sekarang  belum dapat terpecahkan secara maksimal.

Hal tersrbut, disebabkan pertumbuhan Ranmor yang tidak terkendali dan tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan menjadi masalah tersendiri, terutama di kota – kota besar seperti Jakarta.

“Untuk menambah panjang jalan sangat sulit karena terbatasnya lahan tanah yang sudah dipenuhi oleh perumahan dan perkantoran termasuk pusat – pusat kegiatan lain,” kata Pemerhati Transportasi dan Hukum, Budiyanto Senin, (19/09/2022).

Selain di Ibu Kota DKI Jakarta, permasalahan kemacetan itu juga lanjut Budiyanto, juga dirasakan oleh kota – kota besar lainnya yang ada di seluruh tanah air.

Pasalnya, kota – kota besar itu menjadi central kegiatan ekonomi yang secara otomatis akan meningkatkan mobilitas pergerakan orang dan barang dibarengi mobilitas moda transportasi perorangan, angkutan umum barang, dan orang.

“Yang tentunya akan meningkatkan mobilitas orang dan barang yang berpotensi terhadap dampak lalu lintas yakni kemacetan,” timpalnya.

Sementara itu, di Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas yang ke- 67 yang jatuh setiap tanggal 18 September 2022 ini, sebagai momentum untuk membangun dan meningkatkan kolaborasi, koordinasi dan integrasi dalam menyelesaikan masalah kemacetan oleh para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas dan angkutan jalan dengan mengesampingkan ego sektoral.

“Dimana dengan membuat program atau langkah – langgkah yang sinergi dan integrasi dengan semangat yang sama, untuk mengurai masalah kemacetan sehingga kinerja lalu lintas tetap maksimal sehingga seluruh aktivitas manusia dapat berjalan dengan tuntutan dinamika sesuai harapan,” tegasnya.

Berbicara soal lalu lintas, jelas Budiyanto, bukan hanya pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ketempat lain dengan bantuan sarana transportasi, namun memilki dimensi yang lebih luas.

“Karena berkaitan dengan urat nadi kehidupan manusia, cermin budaya dan modernitas,”tandasnya.

Sebab, ketiga komponen tersebut, jelas Budiyanto, akan tercermin pada situasi dan kondisi lalu lintas yang dapat mendukung akselerasi.

“Pergerakan manusia dan barang ini adalah tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas dan angkutan Jalan,”katanya.

Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi, sinergi dan integrasi, yang akan tercermin dari program- program yang memilki semangat yang sama. Hal ini, guna menyelesaikan masalah – masalah lalu lintas terutama masalah kemacetan dengan tidak mengesampingkan permasalahan lalu lintas lainya, seperti, pelanggaran (Disiplin) dan kecelakaan lalu lintas, dengan meningkatkan profesionalisme anggota.

“Hari Ulang tahun lalu lintas sebagai momentum membangun kolaborasi, sinergi dan integegrasi dalam membangun semangat yang sama untuk menyelesaikan masalah – masalah lalu lintas dan angkutan Jalan,” tutupnya.