Deteksionline.com, Jakarta – Proses pemberhentian dari anggota polisi yang dialamatkan terhadap eks Kadiv Propam Polri, Irjen Pol, Ferdy Sambo sudah final.

Sehingga tak ada lagi upaya hukum, yang bakal dilakukan oleh Ferdy Sambo, dalam kasus yang menjeratkan dirinya saat ini.

Sebab, komisi sidang kode etik sepakat untuk menolak atas memori banding yang diajukan Ferdy Sambo kepada Korps Bhayangkara tersebut.

“Keputusannya adalah kolektif kolegial. Jadi seluruh hakim banding sepakat, untuk menolak memori banding oleh Irjen FS,”kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol, Dedi Prasetyo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/09/2022).

Apa yang dilakukan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J terang Dedi, yang menguatkan pemberhentian terhadap eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dari anggota polisi.

“Bahkan, ketua sidang banding juga menyebutkan, apa yang dilakukan oleh FS, merupakan perbuatan tercela. Sehingga menguatkan adanya pemberhentian dengan tidak hormat, dari anggota kepolisian,” jelasnya.

Sidang memori banding Ferdy Sambo yang digelar di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan tersebut, dipimpin langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol, Agung Budi Maryoto.

Sementara Ferdy Sambo dan kuasa hukumnya, tidak dihadirkan dalam pelaksanaan sidang banding tersebut. Karena, dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tidak ada kewajiban menghadirkan pelanggar etik.

Untuk diketahui, Ferdy Sambo menjalani sidang KKEP setelah ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana ajudannya yang bernama Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat pada tanggal 08 Juli 2022 lalu.

Tak hanya itu saja, Ferdy Sambo juga diketahui telah kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait obstruction of justice atau menghalangi penyidikan dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Dalam kasus itu, Polri menetapkan lima tersangka pembunuhan berencana. Selain Sambo, ada Bharada E, Bripka RR atau Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi yang ditetapkan sebagai tersangka.