Deteksionline.com, Kerawang –Pembangunan Proyek Peningkatan Jaringa Irigasi DI Waru, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Kerawang, terindikasi tak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Pasalnya, dalam pembangunannya, diduga ada upaya pengurangan volume beton, sehingga cenderung akan mengurangi kualitas bangunan pada proyek yang diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, Tahun Anggaran 2022 senilai Rp4,5 milyar, dengan Pemenang Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sebagai pelaksana proyek tercatat CV Siliwangi tersebut.

Salah seorang warga Desa Wargasetra, bernama Nana menyatakan, pengerjaan pengecoran betonnya, ada penambahan batu, yaitu batu boronjol yang diambil langsung dari sungai di sekitaran proyek. Diduga pembangunan proyek tersebut tidak sesuai dengan RAB.

“Masa sih, proyek yang anggarannya milyaran, beton untuk bendungan kok cor-coran bentonnya ada penambahan batu boronjol. Batunya diambil dari kali yang dibendung lagi. Kesannya, seperti ada upaya pengurangan volume beton saja. Ironis juga saya melihatnya,”kata Nana kepada media Deteksionline.com, Sabtu (17/09/2022).

Tak hanya itu saja, dalam pemasangan tulangan besi juga timpal Nana, jarak ada yang kira-kira 30 sampai 40 centi meter.

“Sepengetahuan saya, biasanya jarak tulang besi beton untuk kualitas bendungan itu, jaraknya antara 12 sampai 15 centimeter. Supaya, bangunan bendungan kokoh, karena yang dihadapi bendungan adalah debit air yang meluncur dari gugus pegunungan Sanggabuana, bukan air landai,” tegas Nana.

Sementara itu, cara kontraktor sebagai pelaksana pembngunan proyek dalam mengerjakannya terang Nana, cenderung terkesan seperti asal jadi. Bahkan, kontraktor tutur Nana, kurang perhitungan tentang masalah kualitasnya.

Kepala tukang pengerjaan proyek bendung bernama Toni mengatakan, dirinya hanyalah sebagai pekerja.

“Untuk rangka besi jaraknya ada yang 30 centimeter sampai 40 centimeter yang pemasangan tulang rangka besi itu urusannya tukang besi.

“Memang sih seharusnya jarak penulangan pada rangka besi yang bagusnya antara 15 sampai 20 centimeter.”tutur Toni.

Bahkan, ada warga Desa Wargasetra kata Toni yang datang dan menanyakan kenapa batu boronjol dimasukan ke cor-coran dalam rangka tulangan besi.

“Memasukkan batu boronjol itu mah  pekerja iseng, tidak banyak kok, dan mohon maklum juga anak muda yang mengerjakan. Jadi bukan disengaja oleh tukang, karena saya juga tidak punya niat mengurangi kualitas bangunan,” tutupnya.(Asep Sukmana).