Deteksionline.com,Jakarta – Terdakwa Humaini, terpidana tindak pidana korupsi penerbitan sertifikat penjaminan kontra garansi bank (Jaminan SP2D) akhirnya berhasil dieksekusi oleh tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).

Terdakwa Humaini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA).

“Pelaksanaan eksekusi tersebut berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 891K/Pid.Sus/2022 tanggal 16 Maret 2022, yang pokoknya menyatakan, Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 400 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara,” Ucap Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Jakpus, Bani Immanuel Ginting. Rabu (14/9/2022).

Menurut Bani, pada tingkat pertama, Humaini dinyatakan tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi dan dinyatakan bebas dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Dalam putusan, MA menyatakan Humaini terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam penerbitan sertifikat penjaminan kontra garansi bank No. 14080012051690855 tanggal 23 Desember 2016 kepada PT Darma Perdana Muda oleh PT Asuransi Asei Indonesia, Kantor Cabang Jakarta 2 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Sebesar Rp 24,5 miliar.

“Dengan keputusan Mahkamah Agung tersebut, maka Tim Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan eksekusi badan ke Rutan Klas 1 Jakarta Pusat untuk menjalankan pidana penjara selama 7 tahun,” Ucapnya.

Jaksa Eksekutor Seksi Tindak Pidana Khusus yang dibantu oleh Tim Intelijen pada Kejari Jakpus langsung mengeksekusi Humaini ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas 1A, Salemba, Jakarta Pusat. (Dom).