Deteksionline.com,Jakarta – Bukan melindungi anaknya dari cengkraman kejahatan, namun ayah tiri ini, memanfaatkan waktu sepih untuk gerayangi putri sambungnya.

Nasib naas ini dialami oleh seorang anak dibawah umur berinisial NKN (12) di daerah Tangerang Selatan. Bahkan, pelaku cabul tersebut, tak lain adalah ayah sambung korban berinisial S (42).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal, usai mendapat laporan dari ibu korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lalu Tim dari Reskrim Polres Metro Tangerang Kota menjemput pelaku S.

“Penjemputan pelaku S dari Bali itu, lantaran pelaku berpindah tugas ke balai. Sebab pelaku adalah karyawan swasta yang bekerja disebuah Babershop,” kata Zulpan saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (08/09/2022).

Meski berkali-kali menerima aksi bejat dari ayah tirinya S, korban NKN lanjut Zulpan tak berani menceritakan perbuatan bejat ayah sambungnya itu kepada ibunya.

Ketika pelaku berpindah tugas bekerja di Bali, barulah korban memberanikan diri menceritakan perbuatan bejat ayah tirinya itu kepada ibu kandungnya.

“Geram dengan perbuatan kejih suaminya itu, Ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Tangerang Selatan,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Aldo Primanda Putra mengatakan, perbuatan kejih yang dilakukan tersangka S terhadap putri sambungnya itu bukan hanya sekali.

“Bahkan, perbuatan itu dilakukan pelaku sejak bulan Januari 2022, dengan meraba kemaluan putri sambungnya, disaat suasana rumah dalam keadaan sepih,” tutur AKP Aldo.

Tak hanya meraba saja, pelaku yang tak lain adalah ayah sambung korban itu pernah menanggalkan pakian putrinya dan menempelkan kemaluannya ke kemaluan anak tirihnya itu. Niat pelaku untuk bersetubuh korban tak sampai. Lantara korban berontak dari cengkraman aksi bejat ayah sambungnya tersebut.

“Dari hasil visum, korban dinyatakan tidak ada persetubuhan, namun pelaku hanya mencolok kemaluan korban dengan menggunakan jari tangannya,”timpal Aldo.

Korban saat ini, jelas Aldo, telah didampingi oleh tim dari perlindungan anak atau Pusat Perlindungan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak, serta dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp5 miliar.