Deteksionline.com,Jakarta – Polda Metro Jaya, bakal menindak tegas terhadap oknum anggota yang menodai institusi Polri.

Hal tersebut buntut dari kasus yang menjerat Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Penjaringan, Polres Metro Jakarta Utara, AKP M Fajar dan 7 orang anak buahnya.

Lantara, AKP M Fajar beserta 7 orang anak buahnya itu, diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan menutup kasus judi online yang saat ini tengah ditanganinya.

“Polda Metro Jaya akan tindak tegas terhadap oknum anggota yang menodai institusi Polri. Ini adalah komitmen Kapolri dalam mewujudkan Polri Presisi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan, di Mapolda Metro Jaya, Jumat, (02/09/2022).

Saat ini, AKP M Fajar lanjut Zulpan, telah ditempatkan ditempat khusus (Patsus) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido, Bogor, Jabar.

“Kepada mereka yang terlibat ini kami akan lakukan Patsus selama 30 hari, di mana mereka akan dibatasi ruang gerakan untuk komunikasi,” timpalnya.

Kendati demikian, pihaknya beber Zulpan, masih menunggu putusan dari Mabes Polri untuk menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepadanya.

“Iya PTDH. PTDH kan berarti diberhentikan dengan tidak hormat. Tapi tunggu hasil rekomendasi dari Mabes Polri dan nanti akan dipelajari sama penyidik. Hari Senin kita Patsus dan kita riksa (Periksa) secara mendalam,”tegasnya.

Penahanan AKP M Fajar itu, tutur Zulpan tak meret lantaran kasus Narkoba. Namun, itu merupakan bagian dari pada pembenahan dan mempebaiki di tubuh institusi Korps Bhayangkara tersebut.

“Tidak benar karena kasus Narkoba. Ini bagian dari proses pembenahan dan perbaikan,”jelasnya.

Sebelumnya, penyidik Biro Paminal, Divisi Propam Mabes Polri menangkap AKP M Fajar dan tujuh anggita karena diduga menghentikan akses judi online. AKP M Fajar diketahui menerima uang dari bandar judi online