Deteksionline.com,Jakarta – Penyidik Bareskrim Polri, kembali menggarap istri mantan Kadiv Propram Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Pemeriksaan kali ini, merupakan pemeriksaan kedua kali usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat, pada Jumat 8 Agustus 2022 lalu.

Kuasa hukum Putri Candrawathi, Arman Hanis mengatakan, kliennya siap menjalani pemeriksaan. Bahkan Putri lanjut Arman telah berada di dalam kantor Bareskrim Polri guna memberikan keterangan kepada penyidik.

“Putri sudah siap, dan saat ini dia Putri,sudah di dalam Gedung Bareskrim Polri,” kata Arman, kepada awak media, Rabu, (31/08/2022).

Keterangan tersangka Putri Candrawathi nanti, akan dikonfrontasi dengan beberapa tersangka dan saksi lainnya.

“Konfrontasi ada lima orang: PC, Susi, Kuat, Ricky, Richard. Ini semua yang ada di Magelang,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirpidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi

Diberitakan sebelumnya, Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat tersebut. Kelima tersangka tersebut antara lain yaitu, Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal serta istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kelima tersangka ini dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Pembunuhan Brigadir Yosua sudah direncanakan Ferdy Sambo dan empat tersangka lainnya.

Ferdy Sambo sengaja merancang pembunuhan Brigadir Yosua dan dia sudah menyiapkan skenario agar pembunuhan ini terkesan akibat baku tembak antara Brigadir Yosua dengan Bharada E. Karenanya, setelah Bharada E menembak mati Brigadir Yosua, tetsangka Ferdy Sambo mengambil pistol korban lalu menembak dinding rumah seolah olah terjadi baku tembak.