Deteksionline.com,Sragen – Anggota MPR RI Hj. Endang Maria Astuti mengelar acara sosialisai empat pilar yang di selengarakan di Kabupaten, Sragen, Jawa Tengah.

Acara yang di laksanakan di Hotel Surya, pada tanggal 6 Agustus 2022 itu, di hadiri oleh Organisasi Masyarakat (Ormas), serta tokoh lintas Agama, Mahasiswa/i dan Pemuda.

Acara  empat pilar yang disambut antutias dan mendapatkan respon yang sangat baik oleh para peserta yang hadir. Acara sosialisasi tersebut, harus betul-betul dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari- hari di tengah masyarakat.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini timpal Hj.Endang, merupakan bagian tugasnya anggota MPR RI, dan anggota DPR RI, yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 42 tahun 2014 tentang MPR, DPD dan DPR RI.

“Yaitu untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan ini kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di Kabupten Sragen, karangaanyar, Wonogiri, di dapil Jateng IV” kata Hj. Endang yang duduk di komisi VIII DPR RI, Sabtu, (6/8/2022).

“Dalam menyambut pesta demokrasi pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg), tentunya masyarakat disuguhkan oleh  pilihan calon Presiden, Kepala daerah, maupun Calon anggota legislatif (Caleg). Ini tentu menjadikan pilihan masing-masing masyrakat yang ada di hati pemilih. Dengan beda pilihan masyarakat jangan di jadikan ajang suatu beda pendapat dalam menentukan calon-calon yang akan dipilih,” pungkasnya.

Bangsa Indonesia kata Endang, merupakan negara yang  demokrasi. Dimana dalam menentukan pilihan berdasrkan hati nurani pemilih yaitu rakyat indonesia, yang harus dihadapi dalam menentukan pilihanya bagi setiap masyarakat, dalam pemilihan Presidan (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg).

Masyarakat  harus bersatu dan tidak terpecah belah dalam menentukan, pilihan nanti dalam 2024. dan jangan mudah untuk diadu domba, harus bersatu walaupun beda pilihan dalam pilpres maupun pileg 2024.

“Empat pilar menjadikan pondasi yang kokoh dan kuat Pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” tutup Politisi Golkar dua Priode di DPR RI.(Bs).