Deteksionline.com, Jakarta – Terbukti telah melakukan Tindak pidana korupsi (Tipikor), dua terdakwa mantan Kepala Cabang Pembantu (Capem) Bank DKI Muara Angke dan Kepala Capem Permata Hijau, terdakwa M Taufik dan Joko Pranoto divonis pidana masing-masing selama 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan TipikorJakarta, Rabu (10/8/22).

Menurut hakim, Terdakwa M. Taufik dan Joko Pranoto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana Dakwaan Primair.

Atas perbuatan kedua terdakwa tersebut majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa M. Taufik dan terdakwa Joko Pranoto dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun,” ujar ketua majelis hakim Riyanto.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum Terdakwa M. Taufik dan terdakwa Joko Pranoto untuk membayar denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Sedangkan dalam persidangan yang sama, majelis hakim juga menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Robby Irwanto dengan pidana penjara selama 10 tahun dengan perintah agar Terdakwa tetap berada di dalam tahanan.

“Menyatakan Terdakwa Robby Irwanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana Dakwaan Primair,” tandas hakim.

Terhadap putusan yang telah dibacakan terseebut, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari kepada para terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) R. Pandu Wardhana untuk menanggapi putusan majelis hakim tersebut.

Menurut JPU R. Pandu Wardhana dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. JPU akan mempelajari terlebih dahulu isi dari masing-masing putusan tersebut dan berdasarkan Pasal 240 ayat (1) KUHAP apabila syarat untuk mengajukan banding terpenuhi, maka Jaksa Penuntut Umum akan mengajukan banding. Sidang berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga terdakwa yakni M Taufik selaku pimpinan Bank DKI cabang Muara Angke dan Joko Pranoto selaku pimpinan Bank DKI cabang Permata Hijau serta Robby Irwanto selaku Direktur Utama PT Broadbiz ditangkap sejak 16 November 2021.

Mereka ditangkap atas dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit pemilikan apartemen tunai bertahap. Ketiganya diduga memalsukan data debitur periode 2011 hingga 2017.

Perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus korupsi itu merugikan keuangan negara sebesar Rp39,1 miliar.

Ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal Primer Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001, tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Dom).