Deteksionline.com,Jakarta – Mantan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo diduga melanggar kode etik, penaganan kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat.

Alasan dibawah ke Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat dan ditahan itu, lantaran lulusan Akpol 1994 ini, diduga melakukan pelanggaran prosedur penanganan di lokasi kejadian pembunuhan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J bebetapa waktu lalu.

“Hasil pemeriksaan tim gabungan pengawasan pemeriksaan khusus (wasriksus) terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana Brigadir J,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol, Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Sabtu (6/8/2022) malam.

Sebelum dibawa ke Mako Brimob, Inspektorat Khusus (Itsus) lanjut Dedi, juga menggarap sepuluh orang saksi.

Hasilnya, Itsus menemukan adanya ketidakprofesionalan. Sehingga, FS dianggap melanggar dalam penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Brigadir J.

“Itsus menetapkan bahwa Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP,”timpalnya.

Karena itu, FS diamankan di tempat khusus di Mako Brimob malam ini guna pemeriksaan lebih lanjut dalam kasus kemarian Brigadir J.

“Pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus, yaitu Mako Brimob Polri,” tutur Dedi.

Sebelumnya, dalam kasus kematian Brigadir J, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pada Rabu (3/8/2022).

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta dan Pasal 56 KUHP tentang membantu melakukan kejahatan.

Brigadir J tewas seusai disebut terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).