Deteksionline.com,Jakarta – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hendrawan Supratikno mitan Bank BRI benahi tata kelola di Internal untuk mencegah permainan kredit fiktif terulang kembali.

Dia menilai kejadian tersebut biasanya terjadi akibat adanya celah yang memberikan ruang kongkalikong di internal sehingga kejadian kredit fiktif yang merugikan negara.

“Yang penting, ketentuan perundang-undangan harus ditegakkan. Oknum-oknum yang terbukti bermain ditindak dengan tegas. Sistem pengawasan internal harus diperkuat. Tata kelola yang masih membuka ruang untuk pat-pat-gulipat harus segera dibenahi,” Kata Hendrawan Supratikno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2022).

Ia meminta agar kasus tersebut dituntaskan dan oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran hukum harus ditindak tegas.

Anggota komisi XI tersebut meminta agar Bank BRI segera membenahi pengawasan di internal sehingga kasus yang sama tidak terulang kembali.

“Harus ditelusuri, jangan sampai kejadian sama terjadi di tempat lain, atau akan berulang lagi. Kebocoran yang bertahan lama biasanya dianggap sebagai “modus normal”, jadi harus dilakukan kontrol ketat,” Ungkapnya.

Maraknya pemalsuan data para debitur yang dilakukan oleh oknum-oknum pegawai Bank BRI merupakan akibat kelalaian dan lemahnya pengawasan di internal Bank itu sendiri.

Hendrawan mengaku, Bank dalam menjalankan kegiatan usaha penyaluran dana kepada masyarakat harus sangat berhati hati.

“Pemberian kredit memiliki prosedur baku yang harus memenuhi standar kehati-hatian,” Ungkapnya.

Selain itu, Hendrawan Supraktikno mengatakan, kejadian kredit fiktif sangat banyak terjadi. Ia meminta agar Bank BUMN yang mengalami kejadian tersebut mengambil langkah yang tegas.

“Industri jasa keuangan rawan fraud (penyimpangan). Ribuan kasus yang ada. Kredibilitas organisasi harus ditegakkan,” Pungkasnya. (Nando).