Deteksionline.com,Jakarta – Untuk menurunkan angka kemacetan di Ibu Kota, dan wilayah sekitarnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali mengusulkan mengatur jam aktifitas berangkat kerja bagi masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan, usulan tersebut setelah dirinya memantau situasi lalu lintas di lapangan bahwa terjadi penumpukan kendaraan pada pukul 06:00 – 09:00 WIB.

“Penumpukan kendaraan kata Lafit, terlihat pada tiga titik tol pintu masuk ke Jakarta, mulai dari Cikampek, Jagorawi, Merak-Tangerang ke Jakarta. Sementara di jalan arteri, mulai dari Kalimalang, Cakung, Bogor, Depok, Lebak Bulus, Jagakarsa, Lenteng Agung, dan Daan Mogot,” kata Latif, Kamis, (21/07/2022).

Penumpukan tersebut terang Latif, disebabkan masyarakat yang secara serentak berangkat ke tempat kerja bersamaan dengan siswa yang berangkat ke sekolah.

Sehingga, volume kendaraan lalu lintas di Ibu Kota baru mulai menurun sekitar pukul 09:00 WIB hingga 14:00 WIB. Dengan melihat kondisi itu, mantan Dirlantas Polda Jawa Timur itu mengusulkan, agar masyarakat yang mulai beraktivitas pada 06:00 hingga 09:00 WIB diatur kembali dan dialihkan ke jam-jam yang arus lalu lintas tidak terlalu padat.

“Dengan adanya data tersebut ini kan masih kita rapatkan nanti akan kita koordinasikan dengan instansi terkait dan bersangkutan, sehingga kami mengusulkan aktivitas masyarakat diatur oleh jam kerja mereka sendiri jadi masing-masing instansi tersebut,”timpalnya.

Pihaknya kata Latif, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait dan akan dibahas jam masuk bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal.

“Kita nanti mungkin dibagi kritikal dan esensial, kritikal yang mana esensial yang mana, yang bisa diatur jam masuk. Malam pun sebetulnya ada jam kosong buat yang kerja malam, ada jam malam, sehingga seluruh jalur di Jakarta akan merata,” terangnya.

Kemacetan dinilai Latif, bisa menimbulkan kerugian dan menurunkan produktivitas karena hilangnya waktu masyarakat selama terjebak macet.

“Dengan kemacetan jalan ada kerugian negara per tahun sekitar Rp71 triliun, ini bukan hanya Jakarta sih, ini seluruh Indonesia, gitu,” tutupnya.