Deteksionline.com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) seolah memberikan pertimbangan khusu dalam menuntut para terdakwa pelaku pencurian.

Hal itu dilakukan oleh JPU, Juliyanti Safitri Siregar dalam menuntut terdakwa Ahmad Rian dalam perkara nomor 341/Pid.B/2022/PN Jkt.Pst yang dituntut 7 bulan penjara.

“Terdakwa sudah berdamai dengan pihak perusahaan dan terdakwa sudah mengembalikan kerugian,” Kata Juliyanti saat dikonfirmasi, Jumat (15/7/2022).

Ia mengaku, terdakwa Ahmad Rian sudah mengembalikan uang kerugian perusahaan dan pihak perusahaan sudah memaafkan terdakwa.

Namun, Juliyanti tidak mengingat berapa jumlah uang yang dikembalikan oleh terdakwa kepada perusahaan. Sebelumnya, terdakwa Ahmad Rian ddituntut pidana penjara selama 7 bulan oleh JPU dengan barang bukti satu buah kotak uang/cassette, satu buah kunci kotak uang/cassette uang tunai Rp.19.100.000, dan uang tunai Rp. 9.500.000.

“Terdakwa sudah mengganti uang kerugian. Saya lupa berapa juta yang dibayar sama terdakwa,” Ungkapnya.

Ia mengaku, kedua belah pihak berdamai setelah menjalani proses persidangan.

Sementara itu, hal berbeda dilakukan oleh JPU dalam menuntut terdakwa Alex Nopandra yang dituntut satu tahun tiga bulan penjara dengan barang bukti satu unit Handphone merk Samsung warna biru dan satu buah kardus Handphone merk Samsung warna putih.

Juli mengaku, terdakwa Alex Nopandra sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali dan sudah pernah dihukum.

“Kalau si Alex itu sudah pernah dihukum. Bahkan yang pertama dia dituntut 8 bulan doang,” Pungkasnya. (Nando).