Deteksionline.com,Jakarta – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai dengan pencurian.

Tak sampai waktu 24 jam, tersangka berinisial MRIA (21) berhasil diamankan polisi di kediaman didaerah Kedanghalang Bogor Jawa Barat pada Rabu Juni 2022.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal usai polisi mendapat laporan masyarakat, lantaran ditemukan sesosok mayat di Kali Pesanggerahan Cilandak Jakarta Selatan pada Selasa 27 Juni 2022.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit Resmob mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan dan meminta beberapa keterangan dari saksi.

“Dari keterangan saksi itu, polisi mendapat petunjuk dan mengarah ke arah tersangka berinisial MRIA. Lalu pada Rabu 29 Juni sekira pukul 00.30 tersangka MRIA diamankan polisi di Kedanghalang, Bogor. Tak ada perlawanan dari tersangka ketika diamankan polisi,”  kata Zulpan, saat melakukan press release di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (30/06/2022).

Kepada polisi, tersangka mengaku sakit hati atas perlakuan kasar korban terhadap tersangka.

Dimana saat tersangka sedang tidur, korban datang membangunkan tersangka dengan cara menendang.

“Tak terima dengan perlakuan kasar korban tersebut, maka terjadilah perkelahian dan tersangka menghabiskan nyawa korban dengan cara menusuk leher korban dengan sebila pisau yang dikuasai tersangka, hingga korban meregang nyawa,” terang Zulpan.

Melihat korban tak berdaya akibat luka tusukan itu, tersangka panik. Lalu tersangka mandi untuk membersihkan dirinya dari bercak darah korban.

Tersangka timpal Zulpan, memasukan mayat korban kedalam karung goni. Ketika melihat situasi sudah sepih, mayat korban diturunkan tersangka menggunakan troli dan menaikan mayat tersebut keatas sepeda motor NMAX.

“Hal itu diketahui uasi polisi memeriksa rekaman CCTV yang terdapat di kediaman tersangka,” tandasnya.

Tersangka dan korban beber Zulpan, sudah saling kenal. Bahkan mereka sama -sama dari Lampung dan bekerja di Jakarta.

Berdasarkan pemeriksaan tersangka  mengaku pernah meminjamkan HP ke korban. Selain itu tersangka juga menggadaikan motor miliknya  ke korban seharga 2 juta rupiah.

“Saat tersangka ingin mengembalikan uang pinjaman senilai 2 juta itu, korban susah ditemui oleh tersangka. Disitulah membuat tersangka naik pitam,” tuturnya.

Selain tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Antara lain, satu buah troli, sebuah karung goni, satu unit speda motor NMAX, bantal guling, satu set tali merah, beberapa tanda pengenal, kartu ATM, ada sejumlah uang, satu unit dompet, sepasang sepatu, dan kopiah berwarna hitam.

Atas perbuatannya itu tersangka dijerat dengan Pasal 338 dan atau Pasal 365 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.