Deteksionline.com,Jakarta – Lantaran membutuhkan dana yang cukup besar dalam pengadaan kamera E-TLE, membuat penerapan E-TLE belum merata terpasang ke seluruh Polda yang terdapat di tanah air.

Kita ketahui bersama bahwa penilangan pelanggaran Lalin menggunakan kamera E-TLE tersebut, mampu meminimalisir kecelakaan Lalu Lintas serta mengurangi kemacetan.

“E-TLE ini, tidak gratis. Sebab perlengkapannya itu mahal dan pengadaannya sangat membutuhkan biaya yang cukup besar,”kata Kakorlantas Polri, Irjen Pol, Firman Shantyabudi, di Jakarta, Rabu, (29/06/2022).

Oleh karena itu, Korlantas Polri, kata Firman, terus berkomunikasi hal ini dengan Pak Asrena. Sebab, dukungan penerapan E-TLE buat Polri itu, tak semesti semuanya harus ke polisi. Karena dukungan E-TLE juga terdapat kepada instansi lain.

Tak hanya itu saja, untuk mengatasi kendala dana yang besar ini, Korlantas Polri timpal Firman, berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat terutama terkait dana pengadaan ETLE Mobile.

“Jadi, kalau semuanya oleh polisi, uangnya polisi nggak cukup,” timpalnya.

Oleh karena itu,Korlantas Polri mendorong seluruh Polda jajaran, untuk bekerjasama dengan Pemda setempat agar segera memasang dan menerapkan ETLE Mobile tersebut.

Pemasangan ETLE Mobile jelas Firman, bukan untuk memperbanyak penindakan. Tetapi meningkatkan kesadaran masyarakat taat dalam berlalu lintas.

“Saya rasa masyarakat juga kita harapkan bukan kita mau menangkap orang dengan memasang ETLE sebanyak-banyaknya. Tapi sebanyak-banyaknya kita memiliki daerah yang masyarakatnya sadar dalam berlalu lintas,”tuturnya.

Saat ini Korlantas Polri beber Firman, memiliki 711 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile yang tersebar di beberapa Polda jajaran. Paling banyak berada di Polda Jawa Tengah.

Kehadiran kamera ETLE Mobile tersebut, digunakan untuk menindak para pengendara yang tak taat dengan aturan lalu lintas. Terutama pada lokasi-lokasi yang tak terpantau ETLE Statis.

“Proses penindakannya menggunakan kamera yang terpasang di ponsel para anggota polisi lalu lintas yang sedang berpatroli. Kamera tersebut dioperasikan melalui aplikasi Go-Sigap. Pelanggaran yang terekam kamera tersebut akan otomatis terdata di sistem E-TLE,” tutupnya.