Deteksionline.com,Jakarta – Melalui tim Subdit IV Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Ditreskrimum PMJ) mengungkap kejahatan dengan modus pencurian data pengguna Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan membobol rekening nasabah atau Skimming di wilayah Jabodetabek.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya (Kabid Humas PMJ), Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pelaku dalam menjalankan aksinya menggunakan alat khusus bernama scammer yang mirip berbentuk mulut slot kartu ATM juga.

Polisi berhasil membekuk pelaku, warga negara asing (WNA) asal Estonia berinisial SP(24).

“Tersangka melakukan skimming dengan menggunakan kartu khusus. Data elektronik nasabah dicuri dengan cara menggesekan melalui mesin decoder yang terhubung dengan laptop yang sudah terinstal melalui aplikasi MSRX ,” kata Zulpan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/6/2022).

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat, kata Zulfan, yang merasa saldonya hilang secara tiba-tiba di rekening sebesar Rp 300 juta pada bulan Juni di salah satu milik Bank BUMN.

“Menindaklanjuti hal tersebut, tim dari Resmob Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu tersangka WNA asal Estonia berinisial SP ,” ujarnya.

Diswbutkannya, data informasi nasabah diakses pelaku menggunakan kartu binance yang sudah terisi melalui ATM Bank melalui perintah lewat telegram.

“Dari data nasabah tersebut, tersangka kemudian mengambil saldo lewat ATM yang selanjutnya di kirim melalui bitcoin,” ungkapnya.

“Tersangka melakukan aksinya di wilayah Jakarta, Bogor dan Yogyakarta. Keuntungan yang diraup sebesar USD 900 – USD 1.050 yang dikirim melalui bitcoin,” pungkasnya.

Terkait tindakannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP jo Pasal 46 UU RI No.19 tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 3,4,5 UU RI No.8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan ancaman pidananya maksimal 20 tahun kurungan.