Deteksionline.com,Jakarta – Polda Metro Jaya, kembali memperluas penerapan Ganjil Genap di sejumlah ruas jalur jalan di Ibu Kota. Perluasan Gage itu dilakukan guna menekan kemacetan berlalu lintas yang terdapat di DKI Jakarta.

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, perluasan jalur Gage di Ibu Kota saat ini akan bertambah 13 titik kawasan. Dengan ditambahkam perluasan Gage 13 titik ini, maka total penerapan Gage di ruas jalan Ibu Kota saat ini menjadi 26 titik kawasan.

“Perluasan Gage ini sebelumnya telah diatur dalam Pergub No 88 tahun 2019 tentang pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap. Pergub tersebut dirubah dengan keputusan Menteri Perhubungan Nomor 57 Tahun 2002,” kata Sambodo, di ruang Kerjanya Jumat (27/05/2022) malam.

Sebelumnya menambah 13 titik kawasan Gage baru ini, Polda Metro Jaya telah menerapkan 13 kawasan Gage yang terdapat di Ibu Kota.

Ke 13 kawasan titik ruas jalur jalan lama tersebut mulai dari, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Thamrin, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan TB Simatupang, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, dan Jalan Kyai Caringin.

“Sementara 13 kawasan baru yang akan merepkan Gage itu, mulai dari, Jalan Tomang Raya, Jalan Jendral S Parman, mulai dari Tomang Raya ke Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani mulai dari simpang Bekasi Timur sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pramuka, Jalan Salemba mencakup Salemba Barat dan Salemba Timur, kemudian Jalan Kramat Raya, Jalan Kramat Raya, dan Jalan Gunung Sahari,”timpalnya.

Dari 26 kawasan ini, beber Sambodo, terdapat 12 titik kawasan Gage yang dilengkapi dengan kamera ETLE. Bahkan, pemberlakukan penertiban Gage di 13 kawasan baru itu telah dimulai sejak tanggal 25 Mei, hingga 5 Juni. Namun, belum tahap penindakan dan masih tahap sosialisasi.

“Sosialisasi itu dilaksanakan termasuk di lokasi lama maupun baru. Kemudian tanggal 6 – 12 Juni selama seminggu kita melaksanakan uji coba,”terangnya.

Dalam masa uji coba itu, lanjut Sambodo, pelanggar lalin tak dilakukan penindakan, dan hanya mendapat teguran. Selanjutnya, mulai 13 Juni 2022 polisi mulai memberlakukan penindakan penilangan gage di 26 kawasan. Apabila tidak dilengkapi kamera ETLE, maka Polda Metro Jaya akan menerjunkan anggota polantas ke lokasi.

“Maka anda akan digunakan dengan menggunakan penindakan secara manual artinya penilangan manual oleh anggota di mana saja,” ujarnya.

Namun bagi pengendara yang keluar tol di lokasi gage, polisi akan memasang rambu-rambu pemberitahuan aturan kawasan gage. Hal tersebut untuk menghindari para pengendara terjebak masuk ke kawasan gage.

“Kita akan pasang rambu petunjuk bahwa anda memasuki kawasan gage. Ini bagian dari sosialisasi akan kita lakukan kepada masyarakat,”tutupnya.