Deteksionline.com,Jakarta – Usai beraksi di Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat pada Minggu (08/05/2022) lalu, sekelompok para pesepatu roda akhirnya memberikan klarifikasi kepada Polda Metro Jaya.

Bahkan, aksi para kelompok pesepatu yang mengganggu Kamseltibcar tersebut, belakangan viral di media sosial (Medsos).

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas kepada pihak yang mengganggu kelancaran dan ketertiban lalu lintas di jalan raya.

Penindakan tersebut sesuai dengan asistensi Korlantas Polri, dalam menjaga kondisi lalin, aman tertib dan lancar, serta terhindar dari kecelakaan lalin kemacetan dan pelanggaran lainnya.

“Sehingga, Polda Metro Jaya, mencari para pesepatu roda tersebut dari kelompok mana dan kemudian kita adakan pemanggilan untuk diklarifikasi dan diberikan edukasi,” kata Kombes Sambodo, ketika menggelar pres release di Kantor Gakkum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, (10/05/2022).

Apa yang dilakukan para pesepatu roda tersebut lanjut Sambo, telah menimbulkan gangguan keamaman, ketertiban dan kelancaran serta keselamatan lalin di Jalan raya.

Sehingga, semua pihak yang menimbulkan gangguan terhadap keamanan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran, lalin di jalan, tentunya akan kita beri tindakan tegas sesuai  hukum yang berlaku.

“Kita beri tindakan yang sifatnya represif non justicial yang artinya, kita panggil yang bersangkutan, kita beri edukasi, kita beri surat pernyataan, agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,” terangnya.

Dari video yang viral itu, kata Sambodo, sangat terlihat jelas, bahwa aksi para pesepatu roda ini telah menimbulkan gangguan terhadap Kamseltibcar dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Berbahaya itu timpal Sambodo, tidak hanya kepada para pesepatu roda saja. Namun, juga menimbulkan bahaya bagi pengendara lain.

Sebab, dalam menghadapi aksi para pesepatu roda itu, kemungkinan ada pengendara yang tiba-tiba mendadak rem guna memperlambat kendaraannya akibat aksi kelompok pesepatu tersebut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan ketika pengemudi menghindar atau merem, guna memperlambat laju kendaraannya itu, dapat menimbulkan kecelakaan lalin.

“Jadi apa yang dilakukan  para pesepatu roda ini, tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang lai. Kami dari kepolisian wajib memberi tindakan represif non justicial atau represif justicial,” tuturnya.

Karena ini baru pertama kali dilakukan, beber Sambodo, sebagai penegak hukum, kami sifatnya memberi peringatan, melalui edukasi dan pendidikan dan sekaligus juga memberi penjelasan ke masyarakat bahwa apa yang dilakukan oleh teman-teman pesepatu roda ini tentu adalah hal yang salah dan melanggar aturan.

Alasan memberikan sanksi terhadap para pesepatu roda tersebut tegas Sambodo, lantaran sudah diberi tempat oleh pemerintah untuk melaksanakan kegiatan bersepstu roda ini.

“Mudahan-mudahan kita berharap dengan kejadian ini, tidak ada lagi kejadian-kejadian serupa dan teman-teman dari sepatu roda juga silahkan melaksanakan kegiatannya olah raganya di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh pemerimtah,”

Selain pesepatu roda, kepada komunitas lain kita imbau, mulai dari skate board roll, skate otoped, dan sebagainya yang digerakkan tenaga manusia sebagai sebuah kendaraan tidak bermotor, agar wajib mengikuti aturan lalin yang berlaku.

Sebab, dalam Pasal 105 undang-undang tentang jalan raya disebutkan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan raya wajib, pertama, berpeilaku tertib. Kedua, mencegah hal-hal yang dapat merintangi membahayakan keamanan dan keselamatan lalin jalan atau yang dapat menimbulka  kerusakan jalan.

“Jadi setiap pengguna jalan wajib berperilaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi mebahayakan keamanan dan keselamatan lalin dan gangguan jalan,” tutupnya. (Gomes).