JAKARTA,Deteksionline.com Korban penipuan dugaan investasi suntik modal pengadaan alat kesehatan (Alkes) dengan iming-iming profit yang menguntungkan melaporkan rekan bisnisnya berinisial LK dan G, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor laporan : LP/B/256/ I/2022/ SPKT/Polda Metro Jaya, Jumat 14 Desember 2022.

Kuasa hukum korban, Leo Siregar mengatakan, kasus tersebut berawal saat korban kenal dengan diduga pelaku KL di media sosial (Instagram) dan dijanjikan untuk berinvestasi alat kesehatan.

“Saya kuasa hukum dari saudari Fara mendampingi klien saya melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Saudara KL dan G terkait dugaan investasi Alkes,” kata Leo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/1/2022) malam.

Leo menjelaskan, kliennya Fara diduga menjadi korban penipuan oleh pelaku, yang dikemas dalam bentuk Investasi Suntik Modal Pengadaan Alat Kesehatan.

“Klien kami mengalami kerugian sebesar Rp 1,8 milyar lebih yang dilakukan oleh pelaku berinisial KL dan saudari G,” jelasnya.

Awal  menyuntik dana pengadaan Alkes tersebut beber Leo, lantaran korban dijanjikan keuntungan oleh pelaku sebesar 25 persen dari omset yang diperoleh.

“Bahkan baru dua kali menerima keuntungan, lalu pelaku menghilang,”terang Leo.

Kuasa hukum korban investasi suntik dana pengadaan Alkes, Leo Siregar dampingi klienya, saat membuat laporan ke SPKT Polda Metro Jaya, Jumat, (14/01/2022).

Bahkan, sebelum membuat laporan ke SPKT Polda Metro Jaya, melalui kuasa hukumnya, korban telah melakukan mediasi terhadap pelaku, namun tidak ada jawaban.

“Kita sudah coba somasi sebanyak dua kali dan sudah mendatangi rumah pelaku, namun terlapor sendiri tidak ada di rumah,”timpalnya.

Leo berharap kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas dugaan kasus penipuan yang dialami kliennya dan bersikap transparansi dalam mengungkap perkara tersebut.

“Saya berharap pihak kepolisian khususnya Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan investasi ilegal yang marak saat ini ,” tutur Leo.

Leo menduga, yang menjadi korban dalam kasus investasi Alkes ini, tak hanya dialami oleh kliennya saja. Kemungkinan, masih ada korban lain yang belum membuat laporan ke pihak penegak hukum.

“Saya duga bukan hanya klien saya saja yang mengalami kerugian dari kasus ini, melainkan masih banyak orang lain yang nasibnya sama seperti klien kami ,”tutupnya.