JAKARTA,Deteksionline.com Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta sebanyak 8.052 kasus pada tahun 2020. Jumlah itu turun 9,3% dibandingkan pada tahun 2019 yang naik menjadi 8.877 kasus.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Mapolres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eddy Suroso mengatakan, melihat dari angka itu, dirinya meyakini bahwa angka kecelakaan Lalin di tahun 2022 ini akan terus menurun hingga 25 persen.

Hal itu disampaikan Edy Surasa ketika ditemui di kantornya, Jakarta Timur Rabu, 12 Januari 2022 lalu.

“Kita akan terus melakukan pembenahan dan menghimbau terkait pengendara lalu lintas dijalanan,”kata Edy, di Jakarta Timur.

Edy juga mengingatkan pentingnya pengendara yang mematuhi rambu lalu lintas, demi keselamataan berkenderaan di jalan raya.

“Jika pengendara lalu lintas dengan petugas lalu lintas bersinergi maka tingkat keselamatan lebih meningkat,” ujar Edy.

Dia mencontohkan masih banyaknya pengendara yang menggunakan ‘handphone’ sambil berkenderaan, serta mengabaikan perawatan kenderaan.

“Ini harus dijaga betul, agar tidak meningkatnya kasus angka kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di dilayah kekuasaannya itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah yang terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan Penerangan Jalan Umum.

Selain itu, kata Edy, melakukan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas hingga ke kelompok masyarakat.

“Kita (Dikmas: red) masuk ke sekolah-sekolah dengan memberikan pendidikan lalu lintas,” jelasnya.

Sehingga angka kecelakaan di Jakarta Timur pada tahun 2022 akan terus mengalami penurunan seiring pemberlakuan tertibnya dalam berlalu lintas.

“Kita terus melakukan himbauan-himbauan dan sosialisasi terhadap masyarakat dan semakin meningkatnya ketertiban masyarakat berlalu lintas,”tutupnya.