JAKARTA,Deteksionline.com – Dua orang terdakwa sindikat Narkoba pemilik 264,6188 kilo gram (kg) Narkotika jenis sabu, divonis hukuman mati dan penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Nur Rachman alias Ade alias Ivan Bin Manin Permama dijatuhi hukuman mati dan Honi Aprizal alias Apri alias Oni Bin Aby Tubagus divonis penjara seumur hidup oleh ketua majelis Hakim, Purwanto di PN Jakarta Pusat pada Kamis 12 Januari 2022.

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nur Rachman alias Dade alias Ivan bin Manin Permana dengan pidana mati,” ucap ketua majelis hakim saat membacakan putusan dalam sidang di PN Jakpus, Kamis (12/1/22).

Dalam putusannya, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 undang-undang Nomor 35 tahun 2009 Jo pasal 132ayat 1 undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,”ujar Hakim.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) menuntut hukuman mati dua orang tersangka pemilik Narkotika jenis sabu sebanyak 264, 618,8 kg.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jakpus, Guntur Adi Nugraha di Pengadilan Negeri (PN) Jakpus, Selasa, 30 November 2021.

“Menjatuhkan pidana masing-masing terhadap terdakwa I, Nur Rachman alias Dade alias Ivan bin Maning Permana dan terdakwa II, Honi Aprizal alias Apri alias Oni bin Aby Tubagus pidana mati dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” Ucap Guntur dalam membacakan tuntutannya.

Nur Rachman alias Ade alias Ivan Bin Manin Permama dijatuhi hukuman mati dan Honi Aprizal alias Apri alias Oni Bin Aby Tubagus divonis penjara seumur hidup oleh ketua majelis Hakim, Purwanto di PN Jakarta Pusat pada Kamis 12 Januari 2022.

Guntur mengungkapkan, Kedua terdakwa tersebut dituntut hukuman mati dikarenakan tidak ada alasan yang meringankan hukuman para terdakwa.

Kedua terdakwa dituntut menggunakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Perbuatan para terdakwa telah melawan program pemerintah yang sedang giat-giatnya membersihkan peredaran narkotika,” pungkasnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) Guntur Adi Nugraha dan Andri Saputra menuntut kedua terdakwa dengan pidana mati.

“Menuntut pidana masing-masing terhadap Honi Aprizal als Oni bin Aby Tubagus dan Nur Rachman als Dade als Ivan bin Manin Permana dengan pidana mati,” ucap JPU Guntur Adi Nugraha saat membacakan tuntutanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Purwanto. Selasa (30/12/21) lalu.

JPU juga menjelaskan, keduanya merupakan residivis dalam kasus yang sama, dengan jumlah barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 264 Kilogram shabu, dan dari fakta persidangan kedua terbukti secara sah dan terbukti bersalah.

Kasus ini berawal pada bulan Maret 2021 kedua terdakwa yang merupakan jaringan internasional melakukan tindak pidana narkotika dengan menjadi perantara jual beli shabu dengan rencana akan diantarkan menuju Gunung Sindur, Desa Rawa Kalong, Kec. Gunung Sindur, Kab. Bogor, Jawa Barat. Barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan seberat netto 264,6188 kg.

Para terdakwa didakwa dengan Dakwaan Kesatu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika atau Kedua Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Adapun yang menjadi dasar pertimbangan Jaksa antara lain jumlah barang bukti yang ditemukan dalam jumlah besar yaitu narkotika jenis shabu seberat netto 264,6188 kg.(Nando).