JAKARTA,Deteksionline.com – Jual rokok ilegal tampa izin, seorang pelaku berinisial M diringkus Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal, usai mendapat laporan masayarakat, bahwa adanya tindak pidana perdagangan atau menjual rokok tampa izin di wilayah Jabodetabek.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit 3 Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, bersama kantor Bea dan Cukai, Jakarta Pusat, melakukan pengecekan dilokasi yang berada di Jalan Perum. Koperindag, Blok N No.05 Rt 01/16 Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada tanggal 11 Januari 2022 lalu.

“Alhasil, disana ditemukan kurang lebih 300.000 batang rokok dan atau kurang lebih, 20.000 bungkus tampa pita cukai,” terang Zulpan, saat menggelar press release, di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (13/01/2022).

Kepada polisi pelaku M mengaku, rokok tampa pita cukai itu dibelinya dari seseorang berinisial E. Kemudian, pelaku menyimpan rokok tersebut di rumah saksi AS, untuk diperjualbelikan ke toko atau warung yang berada di wilayah Jabodetabek.

“Bahkan aksi kejahatan itu diakui M sejak 4 bulan lalu,”timpal Zulpan.

Sementara itu saksi AS lanjut Zulpan, berperan menyimpan dan menjual rokok tampa cukai kepada sales atau marketing.

“Saksi RH, berperan untuk membantu saksi AS, menjual rokok kepada warung atau toko dan melaporkan hasil penjualannya kepada saksi AS,”terang Zulpan lagi.

Akibat ulah aksi kejahatan yang dilakukan oleh pelaku M itu Negara dan Masyarakat menjadi korban.

Merugikan masyarakat kata Zulpan sebagai konsumen. Karena, produk rokok belum teruji memenuhi standar layak jual ditengah masyarakat.

Sementara merugikan Negara timpal Zulpan dimana tidak membayar pajak Bea masuk barang Impor (Pendapatan negara menurun dan stabilitas keungan terganggu).

“Dari barang bukti yang amankan ini, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp:750.000.000,” tutup Zulpan.

Untuk mepertanggungjawab atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 56 undang – undan nomor 39 Tahun 2007 tenttang perubahan atas undang-undang No 11 Tahun 1995 tentang Cukai dengan anacaman pidana penjara 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara.