JAKARTA,Deteksionline.com – Dua orang karyawan PT Prisma Harapan menggugat perusahaan tempatnya bekerja tersebut karena melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.

PT Prisma Harapan diduga melakukan PHK terhadap dua orang karyawannya berinisial E dan ABS tanpa membayarkan sisa kontrak dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Kuasa hukum kedua penggugat tersebut, Djody Sutrisno Marsudioko mengatakan, PHK yang dilakukan perusahaan kliennya tersebut sepihak dan tidak membayarkan sisa kontrak.

“Dimana klien kami berinisial E dan ABS diputus kontraknya dan tidak mendapatkan sisa kontrak,” kata Djody di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022).

Djody mengaku, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Bahkan, lanjutnya, sudah dimediasi oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan Kota Jakarta Barat.

Namun, pihak PT Prisma Harapan tetap ngotot dan tidak mau membayarkan hak-hak kedua kliennya tersebut.

“Kita sudah mediasi sama perusahaan dan sudah mediasi di Disnaker Jakarta Barat dan hasilnya pihak PT prisma harus membayar hak-hak klien kami. Namun pihak perusahaan tetap tidak melaksanakan,” ungkap Djody.

Ia mengaku, kedua kliennya tersebut terpaksa menggugat PT Prisma Harapan karena tidak mengindahkan anjuran dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Jakarta Barat.

Kedua kliennya tersebut hanya meminta agar pihak perusahaan sisa kontrak dan Tunjangan Hari Raya dibayarkan.

“Yang kita gugat adalah sisa kontrak sama sisa THR. Jumlahnya itu kurang lebih hampir 50 juta untuk kedua orang ini,” pungkasnya. (Nando).