Gelapkan Barang Pesanan Seharga Puluhan Juta, Dua Pelaku Ojol Fiktif Diamankan Polda Metro

  • Share

JAKARTA Deteksionline.com Gelapkan leptop korban seharga puluhan juta rupiah, driver ojek online (Ojol) fiktif diamankan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kedua pelaku berinisial RF dan HS itu ditangkap, usai menerima laporan dari korban bernama Untung Putro pada 26 2021 lalu.

“Berangkat dari laporan korban itu, akhirnya, kedua pelaku ini diamankan polisi di tempat yang berbeda – beda.

“RF ditangkap di daearah Ciledug, sedangkan pelaku HS ditangkap di daerah Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat,” jelas Zulpan.

Senada dengan Kabid Humas, hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aulia Lubis. Menurut Kombes Aulia, kedua pelaku itu merupakan resedivis. Bahkan kedua pelaku ini kata Aulia, sudah saling kenal.

Kejadian ini bermula saat korban membeli laptop Macbook Pro 16 inch seharga Rp 67 juta secara online melalui Tokopedia pada 12 November 2021 lalu.

Usai mendapat pesana dari pelanggannya, pihak Tokopedia mengirimkan barang pesanan korban melalui via online dengan menggunakan jasa Ojol yang belakangan diketahui Ojol fiktif tersebut. Sehingga pesanan korbanpun tak sampai ke tangan si pembeli atau pemesan.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aulia Lubis, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan, saat menggelar pres release ungkap kasus Ojol fiktif gelapkan pesanan korban puluhan juta rupiah di Mapolda Metro Jaya.

Untuk melancarkan aksinya, kepalaku ini membagikan peran masing – masing. HS beber Aulia, berperan meminta bantuan RF untuk mencari akun driver yang dijual.

Setelah berhasil mendapatkan akun driver, pelaku HS menunggu orderan di toko yang menjual barang elektronik dengan harga mahal tersebut.

“Usai mendapatkan pesanan, HS membawa barang tersebut. Namun barang pesanan tidak disampaikan ke pemesan,”terang Aulia.

Barang yang di oder sama HS tak diantarkan ke orang yang berhak menerima (pembeli atau pemesan), melainkan digelapkan oleh pelaku.

“Berdasarkan pengakuan kedua pelaku sudah melakukan aksi penipuan sebanyak 15 kali,” tutur Aulia.

Mereka membeli akun gojek sebesar Rp 800 hingga Rp 1 juta. Hasil yang diraup selama melakukan aksi kejahatan masih dalam penghitungan.

Terhadap kedua pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45a ayat (1) UU ITE serta Pasal 372 tentang Penggelapan dengan ancaman 6 tahun penjara. (Gomes).

 41 total views,  5 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *