Misteri   Idul Adha Yang Lalu

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Seminggu sebelum idul Adha, seorang Kyai kharismatik via seorang santri seniornya memberi tahu  bahwa beliau akan datang ke rumah saya untuk urusan sangat penting. Lalu saya jawab, biar saya yang datang bersilaturahmi karena saya tahu  belum lama beliau sakit. Usul saya disetujui Kyai dan esoknya saya datang tepatnya pada, 2 juli 2021 yang lalu.

Singkat cerita, Kyai memperlihatkan almanak kepada saya dan beliau menunjuk tanggal, 9 juli 2021 ( hari Senin ) dan 10 Juli ( Selasa ). Beliau mengatakan bahwa hitungan almanak ini tepat sesuai metodenya Kyai Turaehan Kudus tanggal,9 adalah hari Arafah / wukuf dan tanggal, 10 Selasa adalah  Idul Adha. Baru selesai bicara, datanglah tamu dan salah satunya adalah putera dari Kyai Turaehan yang tinggal di Tangsel. Kebetulan kah ?

“Jadi kamu saya beri tugas untuk memberi tahu yang berwenang di Arab Saudi agar melakukan ru’yah dengan benar jangan keliru agar cobaan Allah cepat berakhir.Saya mengangguk dan berjanji akan segera menghubungi pihak yang berwenang Arab Saudi. Pada hal sejatinya saya bengong alias tidak faham apa hubungan idul adha dengan cobaan Allah yang dimaksud,”ujar KH.As‘ad Said Ali dalam keterangan tertulis, yang diterima Rabu,10/11/21.

Lebih lanjut ditegaskan pria asal kudus, Sampai di rumah, saya masih mikir apa sebenarnya yang dimaksud oleh Kyai.  Setelah mencoba kontak ke Arab Saudi selama 3 hari, baru hari ke empat dan kelima berhasil  kontak ke Riyadh, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, H Agus Maftuh. Setelah itu menghubungi dua warga Saudi teman lama saya di Mekah.

Jumat kemarin ( 5 Nop ) saya kembali bersilaturahim kepada beliau utk melaporkan bahwa saya sudah melaksanakan perintahnya yang lalu. Sambil tersenyum kecil beliau mengatakan bahwa ru’yah sudah dilakukan dengan baik dan benar. Kalau apa yang  diperintahkan Allah dikerjakan dengan baik sesuai Syariat, maka Allah akan memberi balasan dengan kasih sayang Nya. Insya Allah Covid akan  berlalu.

Rupanya yg dimaksud “cobaan Allah” oleh Kyai sekitar tiga bulan yang lalu adalah Covid. Dunia Kyai adalah dunia spiritual yang belum tentu bisa difahami dikalangan awam. Ketika masih muda, mereka sering puasa termasuk  puasa Daud dan berdzikir dan mengamalkan berbagai amalan  sunnah lainnya.

Dunia  tharikat adalah dunia metafisika yang sering tidak bisa difahami secara rasional dan seperti diliputi oleh misteri. Dunia kerohanian bersifat trans- rasional dan menuntut pengabdian total kepada Sang Pencipta. Dan tidak banyak yang berhasil mencapainya.

Jadi kita tidak heran , Kyai yang terlihat sederhana tersebut senantiasa ikut merasakan  ujian-derita yang dialami oleh umat sekelilingnya khususnya selama pendemi ini. Dengan caranya Ia berikhtiar untuk mengurangi penderitaan masyarakat secara spiritual.

“Rakyat di negara Pancasila ini memerlukan bimbingan Ulama yang ikhlas dan pada saat yang sama membutuhkan naungan Umaro yang adil –  jujur. (Budi.S).

 178 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *