Pukul Dan Tendang Anak Buahnya, ICPW: Sikap Kapolres Nunukan, Bukan Tindakan Pemimpin

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Balakangan ini publik dikejutkan dengan viralnya sebuah video pendek didunia maya. Dimana, didalam video pendek berdurasi 43 tersebut, memperlihatkan Kapolres Nunukan, AKBP, AS melakukan kekerasaan terhadap anak buahnya yang tak lain berdinas di Kantor Polres Nunukan.

Dalam adegan video tersebut nampaknya memukul dan menendang seorang anggota polisi yang dilakukan oleh pimpinannya sendiri.

Ketua Presidium Indinesian Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto menyesalkan sikap Kapolres Nunukan yang bertindak tak selayaknya sebagai seorang perwira menengah.

“Apalagi, peristiwa ini terjadi bertepatan dengan peringatan ke-69 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, tidak pantaslah ya,” kata Bamsur melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, (26/10/2021).

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 43 detik tersebut viral dimedia sosial. Dimana dalam video tersebut, memperlihatkan anggota Polres Nunukan, Brigpol SL, dipukul dan ditendang oleh Kapolres Nunukan AKBP SA yang tak lain adalah pimpinannya.

Adegan kekerasan tersebut terjadi di Aula Markas Polres Nunukan, Kalimantan Utara, (Kaltara) pada 21 Oktober 2021 lalu.

Nampaknya, Brigpol SL langsung jatuh tersungkur di lantai usai dipukul dan ditendang oleh pimpinannya. Naasnya, meski sudah jatuh tersungkur, pelakupun pun masih juga menendang korban sekali lagi.

Pelaku baru meredam emosinya ketika ditenagi oleh sang istri. Sedangkan korban masih duduk di lantai sambil menahan sakit.

Tindakan kekerasaan yang dilakuka Kapolres Nunukan terhadap anggotanya itu dimata publik sebut Bamsur, sangat berpotensi mencederai institusi Polri.

“Apalagi Polri sendiri mengusung prediktif, responsibilitas, dan transparansi atau biasa disebut Presisi,”timpal Aktivis 98 itu lagi.

Adegan kekerasan dalam video pendek  yang viral di media sosial pada 21 Oktober 2021.

Jika ini dibiarkan, sambung Bamsur, akan merongrong Polri yang Presisi.

“Sehingga semangat Presisinya jadi tidak bermakna,”terangnya.

Karena itu, Ketua ICPW mengapresiasi sikap Kapolda Kaltara yang langsung menonaktifkan AKBP SA dari jabatannya, usai melakukan tindakan yang tak terpuji itu.

Pencopotan perwira menengaj berpankat AKBP itu, tertuang dalam surat perintah (Sprint) bernomor 953 yang ditanda tangani Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Bambang Kristiyono, Senin (25/10/21).

Diketahui, pelaku akan diperiksa oleh Propam Mabes Polri untuk kasus tersebut.

Sikap tegas Kapolda Kaltara ini kata Bamsur, patut diapresiasi. Namun, tidak kalah pentingnya UU No 2 Thn 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia pasal 13.

“Selama ini hanya menonjolkan penegakkan hukumnya, tapi pengayoman dan pelayanan ke masyarakat tidak menonjol,”tandas Bamsur.

Berkaca dari insiden tersebut, ICPW menyarankan, agar dilakukan pemeriksaan psikologi terhadap anggota Polri secara berkala kedepannya.

“Bukan hanya, untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata tetapi juga, penyalahgunaan jabatan,”tutupnya.

 224 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *