UP2SMP PPNS Demontrasikan Pengembangan Modul Pembelajaran Virtual Reality

  • Share

SURABAYA,Deteksionline.com Edukasi bisa dengan berbagai cara dan dimanapun.Salah satunya diterapkan Unit Pengkajian dan Pengembangan Sistem Mutu Pembelajaran (UP2SMP) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ,Senin (11/10/2021).

Mendemonstrasikan hasil pengembangan Modul pembelajaran Virtual Reality. Dengan ini mahasiswa bisa belajar seperti main game dan secara virtual  dimasa pandemi.

Dosen Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Afif Zuhri mengatakan, diera new normal saat ini metode pembelajaran dilaksanakan secara daring. Baik untuk mata kuliah teori maupun mata kuliah praktek.

“Hingga terdapat inovasi sistem pembelajaran pergeseran dari Konvensional  Learning maupun Digital Learning.Dengan mengembangkan modul pembelajaran Virtual Reality.Yang mana dengan ini mahasiswa bisa belajar seperti main game dan secara virtual terlebih dimasa pandemi,”ujar Afif kepada Deteksionline saat menunjukan demonstrasi pembelajaran penggunaan Virtual Reality Senin (11/10/2021).

Salah satu hal yang perlu untuk dipersiapkan saat menghadapi proses pergeseran ini lanjut Afif, adalah kebutuhan akan Laboratorium Virtual yang nantinya dapat memberikan simulasi interaksi antara perakitan dengan obyek yang di simulasikan dan tersa seperti main game.

“Laboratorium ini nantinya akan berdampingan dengan Laboratorium fisik , sehingga mata kuliah praktek dapat terfasilitasi dan berjalan dengan efektif , efisien, dan berkualitas dan proses interaksi dan evaluasi Pembelajaran lancar,”jelas Afif.

Sementara Widya Emilia Primaningtyas M.T Dosen Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menambahkan, kegiatan ini saya ada di Tim UP2SMP Unit Pengembangan Pengkajian Pengembangan Sistem Mutu Pembelajaran .

“Kebetulan kami dari (PPNS )Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dapat pembiayaan dari Diksi Direktorat Jenderal Tinggi Vokasi untuk membuat pengembangan Modul ajar secara daring. Jadi yang tadinya itu kita karena vokasi porsi prakteknya kan lebih besar dilakukan di Kampus , nah karena daring kita buat Modul yang interaktif,”jelas Widya.

UP2SMP PPNS Demontrasikan Pengembangan Modul Pembelajaran Virtual Reality

Widya juga menjelaskan,nah Modul yang kita buat itu bentuk nya virtual reality . Jadi dari team UP2SMP Politeknik Perkapalan  Negeri Surabaya itu terlibat di dalamnya untuk mengembangkan beberapa modul praktek yang bisa di jadikan Virtual Reality.

Ada 5 Modul yang kita kembangkan ada stre up , ada rencana umum itu secara garis besarnya saja.Guna tahu ada bagian- bagian apa saja yang ada di dalamnya kapal. Jadi kalau Mahasiswa Politeknik Perkapalan itukan harusnya faham akan bagian- bagian dalam kapal itu apa saja bisa melalui modul ini.

Terlebih dengan kondisi covid sekarang ini untuk izin masuk ke dalam kapalnya itu kan susah ya,tidak semua bisa masuk dengan banyak nya orang, apalagi pasca covid seperti ini.Dan protokolnya juga susah. Jadinya kita buat Modul Rencana Umum itu tadi , untuk mengetahui bagian- bagian yang ada di dalam kapal itu apa. Misalnya ruangan  ABK, toilet dan lain sebagainya.

Widya menambahkan kita tidak bisa mungkiri kalau Mahasiswa itu butuh Literasi Digital , butuh yang namanya keterampilan menggunakan alat – alat digital . Banyak perusahaan nanti ketika dia kerja itu, trainingnya itu juga menggunakan virtual reality. Nah kalau misalnya di kampus belum di bekali , caranya gimana sich menggunakan virtual reality, pegang stik nya bagaimana, kemudian belum pernah merasakan itukan mereka juga tidak pernah mempunyai kesempatan untuk dapat feel nya begitu.

Jadi mereka juga bisa dan punya ketrampilan untuk menggunakan gadgetnya begitu.Karena kelengkapan perangkat nya yaitu jois steak , kaca mata viarnya itu tadi dan hp Android yang ram nya diatas 2,imbuh Dosen wanita tersebut.

Salah satu mahasiswa Fandi Ahmad (20) semester lima fakultas D4 Tehnik Otomasi mengatakan, kegitan ini positif,daripada kita memakai simulasi pada laptop dengan melihat seperti ini tentunya kita bisa mendapat hasil realnya seperti apa.Karena sersa seperti main game.

“Seolah – olah kita berada di loboratorium ataupun seolah – olah berada di bengkel yang sebenarnya.Soalnya biasanya kalau cuma pakai simulasi,itu kan cuma komponen- komponen aja.Tentunya itu tidak efektif mas,”kata Fandi.

Untuk sistim yang baru ini pertama-tama kita perlu adaptasi dulu,tetapi secara umum tidak ada yang grogi,ucap Fandi Ahmad. (Lid/Nug).

 115 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *