Klarifikasi Laporannya, Luhut Ingatkan, Jangan Jadikan Kebebasan Berekspresi Menyusahkan Orang Lain

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Jangan jadikan kekebabasan berekspresi untuk menyusahkan orang lain. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, usai memberikan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya, terkait laporan dugaan pencemaran nama baik dirinya oleh Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Laporan tersebut telah teregistrasi dengan laporan polisi bernomor: STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 22 September 2021.

“Ini saya kira penting, jadi pembelajaran untuk semua jangan sembarang ngomong, jadi jangan berdalih Hak Asasi Manusia atau kebebasan berekspresi yang membuat orsng lain jadi susah, tidak boleh begitu,” kata Luhut di Jakarta, Senin.

Untuk itu, siapa saja yang mempunyai hak asasi manusia untuk membicarakan seseorang. Sebab, orang yang menjadi bahan pembicaraan tersebut, juga mempunyai hak asasi manusia yang sama.

“Jadi jangan mengatakan hak asasi yang ngomong saja, hak asasi yang diomongin juga kan ada. Jadi saya juga tidak ingin anak cucu saya merasa bahwa saya sebagai orang tua, kakek, membuat kecurangan di Papua yang saya tidak pernah lakukan,”tegasnya.

Luhut berjanjia, akan mengikuti proses hukum kasus ini, hingga selesai demi menjaga nama baiknya.

“Sekali lagi saya ingatkan aja jangan sekali-kali kita berlindung kepada hak asasi atau kebebasan berekspresi, yang bisa mencederai orang dan saya tidak akan berhenti, saya ulangi, saya tidak akan berhenti saya membuktikan bahwa saya benar,” pungkasnya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Klarifikasi Kasus Pencemaran Nama Baik, Di Polda Metro Jaya, Senin, (27/09/2021).

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, dalam menyelesaikan perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini, polisi tetap mengendepankan pendekatan restorative justice.

“Ini sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram tentang pedoman penanganan hukum kejahatan siber berupa pencemaran nama baik, fitnah ataupun penghinaan,” tegasnya.

Penyidik lanjut Yusri, mengupayakan membuka ruang untuk mediasi antar terlapor dan pelapor pada tahap penyelidikan. Sehingga, hasil dari mediasi tersebut, akan dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan berkas perkara ditingkatkan ke tahap selanjutnya.

“Untuk itu, kedepannya, penyidik segera mengundang Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida untuk diklarifkasi di Polda Metro Jaya,”timpalnya.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, lantaran unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar.

Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua. (Gomes).

 166 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *