Palsukan Kartu Vaksin, Oknum Staf Kelurahan Kali Baru Diamankan Polda Metro

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, membongkar kasus ilegal akses pencurian data pada aplikasi PeduliLindungi. Dalam mengungkap kasus tersebut, dua tersangka berhasil diamankan polisi. Mereka diantaranya berinisial FH dan HH.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Fadil Imran mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal usai mendapat laporan dari masyarakat. Dengan kerja keras dan kecekatan petugas, akhirnya dua tersangka ini berhasil diamankan.

“Pelaku ini memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan maupun kunjungan ke tempat – tempat yang diwajibkan, menggunakan platform peduliLindungi yang sudah dipersyaratkan pemerintah,” kata Irjen fadil saat menggelar jumpa perss di Mapolda Metro Jaya, Jumat, (03/09/2021).

Tersangka HH sebut Fadil merupakan pegawai Kelurahan di Muara Karang. Sehingga tersangka HH, memiliki akses ke tcare BPJS yang terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, untuk mencetak kartu vaksin, lalu kemudian bekerjasama dengan rekannya FH untuk menjual kepada publik.

“Sehingga pelaku paham betul bahwa untuk bisa mendapatkan sertifikat vaksin dan bisa dipergunakan didalam peduliLindungi disyaratkan dua hal tersebut,” terang Fadil.

Dalam menjalankan aksinya, dua tersangka itu membagi perannya masing – masing. Dimana tersangka HH berperan sebagai mencetak kartu vaksinasi. Sementara tersangka FH berperan sebagai marketing untuk memasarkan kartu vaksin ke publik menggunakan media sosial.

“FH ini pemilik akun facebook nama Tri Putra Heru memposting kartu vaksin dengan kalimat regber only sistem check web pada grup tersebut dengan nama Official sistem market Indonesia,”bebernya.

Selain tersangka HH dan FH, polisi juga mengamankan dua orang saksi yang memesan seterfikat vaksi tampa divaksin tersebut. Kedua orang tersangka ini berinisial AN dan BI.

“Kedua saksi ini, berperan melakukan pembelian sertifikat tanpa divaksin kepada akun facebook yang saya sebutkan di atas yakni dengan harga Rp350 ribu, dan satunya harga Rp500 ribu rupiah,” tuturnya.

Pengakuan sementara tersangka, kata Fadil, telah menjual 93 sertifikat vaksin yang terhubung dengan App PeduliLindungi tersebut.

Hingga saat ini, penyidik masih terus dalami 93 kartu vaksin yang sudah dapat dipergunakan di app peduliLindungi agar ditarik lagi segera kami amankan. Polisi pun menduga, bahwa modus operandi seperti ini bisa saja terjadi di tempat lain.

“Maka kami akan lakukan proses penyisiran dan penyelidikan agar ini tidak terulang kembali,” tandasnya.

Atas perbuatannya itu tersangka dijerat dengan Pasal 30 KUHP dan uu Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan melanggar pasal 32 uu nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan denda Rp600 juta rupiah. (Gomes).

 182 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *