Berkat Kartu Kredit Palsu, Pelaku Gasak Uang Milik Bank BRI Hingga 360 Juta

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Bermodal kartu kredit yang dibuat menggunakan NIK KTP palsu, tersangka ICL berhasil gasak uang milik nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga 360 juta rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal usai pihaknya menerima laporan dari salah satu bank Nasional (Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Alhasil polisi berhasil amankan pelaku berinisial ICL alias I itu di wilayah Tasikmalaya Jawa Barat, pada tanggal 23 Agustus lalu,” kata Yusri saat menggelar press release di Mapolda Metro Jaya, Senin, (30/08/2021).

Dalam melancarkan aksinya, pelaku lanjut Yusri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (KTP) yang di dapat pelaku dari sebuah aplikasi yang ada di internet.

Kendati demikian, Yusri tak menyebutkan apa nama aplikasi yang digunakan pelaku untuk mendapatkan NIK KTP tersebut saat melancarkan aksi kejahatannya itu.

“Modusnya pelaku mencari satu aplikasi di internet untuk mendapat NIK KTP. Dari NIK KTP yang didapat di aplikasi tersebut, lalu pelaku ajukan pembuatan kartu kredit ke bank BRI,” jelasnya.

Uang senilai 360 juta rupiah yang diraup pelaku ini beber Yusri, setelah pihak bank meloloskan pengajuan pembuatan kartu kredit dari pelaku sebanyak 15 buah kartu kredit.

“Sehingga dari 15 kartu kredit yang diajukan itu, pelaku berhasil meraup uang milik nasabah bank BRI senilai 360  juta rupiah,”terangnya.

Untuk mengelabui pihak bank pelaku sebut Yusri mengajukan pembuatan kartu kredit sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP yang didapat pelaku dalam pada sebuah aplikasi itu.

“Artinya jika alamt pada NIK KTP itu di di luar Jakarta, seperti Surabaya, maka tersangka berangkat ke sana untuk mengajukan kartu kredit pada Bank BRI yang ada di Surabaya,” timpalnya.

Kepada polisi pelaku mengaku aksi kejahatan itu dilakukannya sejak tahun 2017 silam, dan baru 15 kali pelaku beraksi. Namun polisi tak percaya begitu saja dan terus mendalami kasus yang dilakukan pelaku ICL alias I ini.

“Hingga saat ini polisi masih mendalami kasus ini. Sebab polisi menduga masih ada korban lain,” terangnya.

Selain pelaku, polisi turut mengamanak sejumlah barabg bukti dari tangan pelaku.

“Barang bukti tersebut antara lain adalah NPWP dan KTP,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 263 KUHP ancaman pidananya 2 sampai 6 tahun penjara. (Gomes).

 138 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *