Bacok Pemilik Warung Di Bekasi Hingga Tewas, Dua Pelaku Dan Penadah, Di Ciduk Polda Metro

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Polda Metro Jaya, berhasil mengamankan dua orang pelaku perampokan di warung bubur ayam Kramatjati Bekasi Jawa Barat. Bahkan aksi pelaku tersebut sempat viral di media sosial (Medsos) belakangan ini.

Akibat ulah para perampok itu, memakan seorang korban, yang tak lain adalah pemilik warung bubur ayam tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, pelaku perampokan berjumlah 7 orang. Dua diantaranya sudah diamankan, termasuk salah seorang penadah dalam kasus ini.

“Pertama kita amankan saudara D sebagai penadah dulu, setelah itu baru kita amankan tersangka M dan MS,” katanya, saat menggelar press release di Mapolda Metro Jaya, Jumat, (16/07/2021).

Pelaku kata Yusri, berjumlah 7 orang dan satu orang adalah penadah. Dua diantaranya telah kita amankan dan satu tersangka lagi adalah seorang penadah atau pelaku 480.

Perampokan itu terjadi, pada Selasa 13 Juli 2021 pagi lalu, sekira pukul: 4.30 WIB. Kala itu, korban sedang ngopi di warungnya, tiba – tiba munculah sekelompok orang menghampiri warung korban.

“Pelaku menamakan diri mereka, adalah geng motor atau geng brutal. Dua orang dari 7 tersangka tersebut, masuk ke dalam warung. Sementara 5 orang pelaku lainya masih menunggu diluar,” bebernya.

Tak terima dengan aksi pelaku, korban pun beteriak dan meminta tolong. Takut aksinya diketahui warga, lalu pelaku menggambil sebilah celurit, dan merobek bagian dada korban.

Akhirnya korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan para medis. Naasnya nyawa korban tak dapat tertolong akhirnya korban meninggal dunia.

Tak hanya itu saja, pelaku pun mengambil hanphonen milik korban dan menjual ke penadah yang berinisial D, dengan harga 1 juta rupiah. Namun, tersangka D baru menyanggupi pembayaran 500 ribu rupiah.

“Saat diamankan petugas, pelaku beber Yusri masih terpengaruh alkohol alias minuman keras,” terangnya.

Sementara itu, pengakuan awal pelaku kata Yusri, bahwa aksi ini dilakukan lantaran terpengaruh alkohol. Bahkan pelaku mengklaim aksi perampok itu dilakukan pihaknya baru sekali, karena terpacu oleh miras alisa minuman keras.

“Namun polisi tak mempercaya terkait pengakuan korban itu, dan terus mendalami kasus ini sampai ke akar – akarnya,” tegasnya.

Sementara 5 pelaku lainya ujar Yusri telah masuk menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi, dalam kasus ini.

Sehingga, ke 5 orang DPO ini, disarankan segera menyerahkan diri. Sebab, identitas pelaku semuanya telah dikantongi polisi.

“Sementara profesi pelaku ini rata – rata pengangguran. Hanya satu otak pelaku yang berinisial MS, sebagai tukang ojek,” tandasnya.

Akibat perbuatan tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP, Jo Pasal 340 pembunuhan, sedangkan untuk penadahan dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidananya di atas lima tahun penjara. (Ulis/Gomes).

 224 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *