Ormas dan LSM Minta Kapolresta Probolinggo Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba

  • Share

Probolinggo, Deteksionline.com – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Probolinggo mendorong Polresta untuk memproses anggotanya yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba karena menjadi sorotan.

Ormas dan LSM itu, yakni MUI Kota Probolinggo, PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, dan PC NU Kota Probolinggo, DPC LSM Penjara Probolinggo Raya, DPD LIRA Kota Probolinggo, DPD LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Probolinggo Raya, DPC LSM Paskal, LSM Gerak Pro, DPP LSM Pro CW, dan MC LPM.

Mereka juga melayangkan surat ke sejumlah Instansi kepolisian, yakni ke Polresta, Polda Jawa Timur, hingga Mabes Polri. Surat tertanggal 27 Mei 2021 itu ditandatangani sejumlah Ketua Ormas dan LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Peduli Pemberantasan Narkoba Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Wali Kota LIRA Kota Probolinggo, Prasetyo Eko Karso mengatakan, langkah ini diambil karena proses yang dijalani ketiga oknum tersebut tidak jelas. Apalagi, diantaranya sudah beberapa kali kedapatan melakukan pelanggaran disiplin.

Menurutnya, seperti yang dikutip dari berita CNN Indonesia, dengan tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk ‘menyelesaikan’ anak buahnya yang terjerat narkoba dan tak bisa diperbaiki.

Diakui Prasetyo, Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) Divisi Profesi dan Pengamanan (Polri) di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Karena itu, Prasetyo meminta jajaran Divisi Propam Polri sebagai satuan pengawas internal Kepolisian untuk dapat segera menindak apabila ada anggota yang terlibat kasus narkoba.

“Sesuai dengan Arahan Kapolri agar Binasakan saja apa bila ada anggota Kepolisian yang terlibat kasus narkoba,”ujarnya.

Sebelumnya, Polres Kota Probolinggo sempat dihebohkan oleh ulah tiga oknum anggota Polres Probolinggo karena diduga menyalahgunakan obat terlarang berjenis sabu pada beberapa waktu lalu, satu diantara oknum tersebut sempat terjaring oleh Satreskoba Polres Pasuruan.

Dia berharap sesuai arahan Kapolri dalam rangka pemberantasan narkotika, maka siapa saja anggota Polri yang terlibat, dengan tegas akan dipecat. “Arahan Kapolri kan sudah jelas,”tegasnya.

Lanjut Prasetyo, sejumlah LSM itu akan melakukan audiensi dengan Kapolresta AKBP RM Jauhari. “Audiensi ini masih terkait dengan penegakan hukum dalam kasus ini,”ucapnya.

Dia membeberkan, disebutkan dalam surat tersebut tiga oknum Polresta yang diduga terlibat kasus sabu-sabu, yaitu Bripda SDY, Bripda PT, Bripda SF. Salah satunya, sempat diamankan anggota Satreskoba Polres Pasuruan. Namun, kemudian diserahkan ke Seksi Propam Polres Kota Probolinggo.

Ketua MUI Kota Probolinggo, K.H. Nizar Irsyad mengaku, mendukung adanya penegakan hukum dan langkah profesional yang harus dilakukan Polresta. Apalagi, terhadap penyebaran narkotika, harus diperangi.

“Yang disesalkan lagi, yang melakukan tindakan tersebut adalah aparat penegak hukum. Siapa pun itu, jika melanggar hukum, harus ditindak sesuai aturan. Siapa pun itu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PC NU Kota Probolinggo Samsur. Ia mengaku mendukung langkah yang harus diambil kepolisian dalam menegakkan hukum. “Tentunya tetap dalam ranah koridor hukum. Ya, diproses sesuai jalurnya,”katanya..(irfan)

 219 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *