Lahirnya Petaka Sebagai Poros Baru Lindungi Profesi Jurnalis

  • Share

BANYUWANGI, Deteksionline.com-Lahirnya Pergerakan Wartawan Reinkarnasi (PETAKA) sebagai poros baru untuk melindungi profesi jurnalis yang dalam tugasnya sering mendapat intimidasi bahkan ancaman. Hal ini disampaikan Ketua PETAKA Nanang Selamet, SH dalam acara peresmian dan halal bihalal PETAKA.

Nanang mengungkapkan para jurnalis pada dasarnya adalah karyawan sebuah perusahaan-perusahaan pers. Karena beban dan tanggung jawabnya, pihaknya melihat tidak sedikit wartawan yang terkadang mendapatkan intimidasi, tekanan, hingga penghalangan kerja ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

“”Maka dari itu sekitar tiga Minggu yang lalu rekan-rekan dari puluhan media yang tergabung bersepakat untuk sevisi dan semisi. Membuat sebuah wadah yang kita sepakati bersama, yakni bernama Pergerakan Wartawan Reinkarnasi atau PETAKA,” ujar Nanang dalam acara peresmian PETAKA yang digelar di Blambangan Ballroom Hotel El Royal, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (24/05/2021).

Pihak menjelaskan, dalam organisasi ini, sejumlah agenda kegiatan akan disusun diantaranya akan diisi dengan kajian-kajian, bagaimana pada saat melakukan peliputan di lapangan yang menerangkan tentang profesionalisme, kode etik jurnalistik, serta UU Pers.

“Bahkan kalau memang perlu kita mendatangkan profesor sekalipun, agar rekan-rekan sekalian lebih berani untuk menentang hal-hal yang sifatnya intimidasi dari pihak luar,” jelasnya.

Selain itu, Nanang menambahkan, di PETAKA juga menyediakan Lembaga Bantuan Hukum untuk masyarakat umum. Guna mendorong kemaslahatan masyarakat Banyuwangi pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Secara tegas Nanang menyampaikan, jika pihaknya siap menjadi corong masyarakat. Terutama mengungkap fakta-fakta di lapangan.

“PETAKA juga menyiapkan lembaga bantuan hukum. Kami akan mengungkap apapun itu fakta-fakta yang memang menjadi konsumsi publik. Apalagi menimpa kepada masyarakat yang terkesan tebang pilih dalam penegakan hukum,” katanya.

Oleh karenanya, Nanang mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi pers di Banyuwangi agar bersatu memerangi orang-orang yang mencoba mengintimidasi.

“Kita di Banyuwangi banyak organisasi wartawan, tidak masalah. Pada dasarnya kita semua adalah satu. Tujuannya adalah memerangi orang-orang yang mencoba mengintimidasi, untuk kepentingan kelompok mereka. Sementara merugikan negara,” pungkasnya.

Nanang berharap jurnalis tidak perlu takut mengungkap fakta atau kebenaran, selama itu tidak menyimpang dari pedoman jurnalis.

Dalam acara turut hadir perwakilan dari sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Banyuwangi, perwakilan dari Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, puluhan LSM dan wartawan, serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama.(MNW)

 196 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *