Usut Tuntas Kebocoran 279 Juta Data Pribadi WNi

  • Share

JAKARTA, Deteksionline.com:Anggota Komisi I DPRMuhammad Iqbal meminta  kasus kebocoran data pribadi 279 juta  WNI diusut tuntas.

“Mengapa hal itu bisa terjadi? Kami meminta Kominfo, Polisi serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama untuk menyelidiki sampai tuntas kasus kebocoran data tersebut,” kata  Iqbal di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Kebocoran data pribadi, katanya, sangat berbahaya karena hal itu bisa dimanfaatkan untuk kejahatan digital, termasuk kejahatan perbankan. Apalagi data pribadi yang bocor kali ini berisi NIK, nomor ponsel, email, alamat, dan gaji, serta sebagian di antaranya memuat foto pribadi.

Kebocoran data pribadi juga bisa berpotensi menimbulkan kerugian sistemik serta membahayakan warga dan negara. “Kami menyesalkan adanya kebocoran data pribadi 279 penduduk Indonesia. Bahkan ratusan juta data itu sampai dijual di situs surface web Raid Forum,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kebocoran data pribadi bukan kali ini saja. Selain pemerintah, kebocoran data pribadi juga dialami perusahaan swasta di Indonesia. Sejak tahun 2020, setidaknya kasus kebocoran data pribadi yang terekspos media sudah lima kali, di antaranya 230 ribu data pasien Covid-19 di Indonesia, 2,3 juta data KPU, 1,2 juta konsumen Bhinneka, 13 juta akun Bukalapak, hingga 91 juta akun Tokopedia.

“Berbagai kasus itu menunjukkan lemahnya keamanan dan perlindungan data pribadi kita. Oleh karena itu, kami mendorong kementerian/lembaga dan perusahaan swasta untuk melakukan penguatan keamanan data pribadi sehingga kasus kebocoran data itu tidak terjadi lagi,” ungkap legislator dapil Sumatera Barat II itu

 165 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *