Nama tak Masuk Cakades Matobe, Wiswan Protes Panitia

  • Share

Dua Nama Cakades Langgar Aturan

Mentawai, deteksionline.com- Wisman salah seorang peserta Calon Kepala Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Mentawai, memprotes putusan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Matobe.

Pasalnya nama Wisman tidak muncul dalam berita acara yang diumumkan P2KD Matobe. Namun setelah diprotes, nama Wisman baru dimunculkan.

“Saya keberatan karna nama saya tidak masuk dalam Berita acara yang diumumkan oleh P2KD, tanggal 28 April2021 dan baru ditempelkan di papan pengumuman tanggal 03 Mei 2021. Nama saya muncul setelah disanggah pada tanggal 30 April bahwa ada pelanggaran Perbub no.15 tahun 2021 pasal 4 huruf h,”ujar Wisman kepada deteksionline.id, Senin (3/5/2021).

Kata Wisman, dalam Berita acara pengumuman P2KD dengan Keputusan berita acara No. 03/P2KD-MTD/IV-2021 tentang hasil penelitian dan verifikasi persyaratan admintrasi pencalonan Kepala Desa Matobe, hanya ada dua nama yakni atas Nama Supano yang merupakan Sekretaris Desa Matobe, dan Erimin selaku Kepala Dusun Usutngaik.

Untuk itu, Wisman menilai ada dugaan pelanggaran undang undang yang berlaku.

Namun setelah disanggah, muncullah berita acara dengan No.5/P2KD-MTB/IV-2021 tentang Seleksi tambahan persyaratan Pencalonan Kepala Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Mentawai.

Warisman mengaku melakukan sanggahan karena ada bukti bahwa Supono S dan Erimin adalah berstatus staf atau Perangkat Desa Matobe. Keduanya tidak melampirkan penguduran diri sewaktu mendaftar sebagai peserta Cakades.

“Waktu mereka mendaftar di P2KD di Kantor Desa Matobe, tidak melampirkan Persyaratan,
syarat Pengunduran diri sesuai Peraturan Bupati No. 15 Tahun 2021 tentang atas perubahan Bupati Kepulauan Mentawai, No.3 tahun 2021 tentang tata cara Pendaftaran dan penetapan calon Kepala Desa, dalam pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Kepulauan Mentawai 2021.

Warisman menyampaikan bahwa calon Kapela Desa yang diseleksi oleh P2KD diduga sudah melanggar Undang-undang yang berlaku.

“Dan jelas berita acara yang dibuat oleh P2KD batal demi hukum,”tegas Wisman.

Lanjutnya, 2 orang berstatus staf dan perangkat Desa Matobe tersebut, jelas tidak memberikan surat pengunduran diri tetapi yang diberikan kepada P2KD adalah surat cuti tidak sesuai dalam Perbub no. 15 tahun 2021 Pasal 4 huruf H.

Sementara, Ketua P2KD, Sionjaya saat dihubungi deteksionline via telepon, membenarkan bahwa memang benar hanya menerima surat cuti saja.

“Yang kami terima waktu Supono S dan Erimin sebagai perangkat desa matobe itu, hanya surat cuti, bukan pengunduran diri, karna kami melihat dan menyesuaikan di Format A -4,”katanya…(delau)

 519 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *