Warga Minta PSU Kalsel tak Curang lagi

  • Share

Relawan salasatu pasangan Calon Gubernur Kalsel melakukan aksi sosialisasi Pemilihan Suara Ulang (PSU)pada 9 Juni mendatang dengan cara door to door dari rumah ke rumah warga Martapura kecamatan Banjar sekaligus mengingatkan agar tak pemilu curang tidak terjadi lagi.

KALSEL, Deteksionline.com:Geliat warga Kalimantan Selatan untuk perubahan terus bergema. Mereka ramai-ramai menyuarakan perlunya pemilihan suara ulang (PSU) Kalsel pada 9 Juni mendatang berlangsung jujur, adil dan tak ada kecurangan lagi.

Mereka juga meminta agar calon gubernur yang nekad melakukan kecurangan agar didiskualifikasi untuk memberi efek jera.

Hal itu disampaikan sejumlah perwakilan warga kepada pers di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (2/5). “Demi lahirnya pemimpin baru Kalsel yang unggul dan berkualitas, saatnya semua warga untuk mengawal PSU ini dengan ketat. Sehingga, tak ada celah kecurangan, termasuk politik uang dari salah satu calon gubernur yang hanya akan merusak dan mengotori tanah Banua,” kata H. Moh. Yusuf, warga Desa Murung Raya Banjarmasin Selatan.

Karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh warga yang akan menggelar PSU, yaitu di Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarmasin, untuk bersama-sama mengawalnya, dan tidak mau dibodoh-bodohi oleh iming-iming uang recehan dari salah satu kandidat. Karena jika itu yang terjadi, dirinya khawatir, bukan saja akan merusak demokrasi dan nama baik orang Banua, tapi juga bisa menyeret warga berurusan dengan hukum.

“Saya hanya kasihan saja, jika ada yang terima uang, lalu ketahuan dan dilaporkan, sudah ada pasal yang bisa menjeratnya. Karena yang memberi dan menerima politik uang dalam Pilkada, akan sama-sama kena pidana. Jangan sampai kita sudah susah, ditambah lagi makin susah karena harus masuk penjara. Sementara, kandidatnya enak-enakan saja tak mau peduli,” ungkap H. Moh. Yusuf.

Sikap senada disampaikan Suliansyan warga Sungai Lurus. Menurut dia, pesta demokrasi pemilihan gubernur ini harus dilihat dalam kontek kepentingan jangan panjang. Jangan terjebak dan terlena dengan pemberian uang sekedarnya dari calon, yang mungkin tak sampai satu hari sudah habis, tapi rakyat akan susah selama lima tahun ke depan.

“Sebab, kalau calon gubernur yang ingin terpilih dengan bagi-bagi uang, sudah pasti saat jadi gubernur nanti juga tak akan beres. Mungkin dia akan korupsi karena harus menutup kerugian uang yang sudah dibagi-bagi itu. Sekarang ini kita butuh pemimpin yang jujur, bersih, peduli dan punya kemampuan memimpin. Tidak pas-pasan hanya karena modal bekingan pengusaha,” tegasnya.

Pernyataan yang lebih keras dan tegas diungkapkan Darmanto warga Sekumpul. ”Stop kecurangan. Kita sudah muak dengan praktik politik kotor. Jangan karena mentang-mentang banyak uang dan dibeking pengusaha, bisa membeli suara rakyat seenaknya. Kami warga Banua juga punya harga diri dan martabat,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan pihak penyelenggara, KPU dan Panwaslu untuk tak bermain-main dengan pelaksanaan PSU ini. Apalagi, ikut terlibat melakukan kecurangan untuk memenangkan salah satu calon. “Jika itu terjadi, saya pastikan rakyat yang rindu pemimpin hanyar dan ingin perubahan akan marah dan menggeruduk kantor KPU dan Panwaslu. Semoga itu tidak terjadi, karena KPU nya sadar dengan segera mengambil sikap indepenpen,” tandasnya.

 127 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *