Tak Kantongin Izin Trayek, Ratusan Travel Gelap Diamankan Polda Metro Jaya

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Sebanyak 115 unit travel gelap berhasil dijaring Polda Metro Jaya, usai dilakukan patroli selama dua hari. Patroli tersebut dilakukan sejak tanggal 27 Apri 2021 hingga Rabu 28 April 2021.

Terjaringnya ratusan travel gelap tersebut dilakukan, lantaran tidak memiliki izin trayek, saat mengangkut penumpang dari Jakarta menuju sejumlah wilayah yang terdapat di pulau Jawa. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga sampai Lampung.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, dari 115 unit travel gelap yang berhasil diamankan itu, diantaranya, 64 unit minibus atau elf, dan 51 unit mobil penumpang perorangan.

“Para pelanggar tersebut, telah diberikan penindakan dengan tilang,” jelas Sambodo.

Dalam patroli travel gelap ini, polisi lanjut Sambodo, tak hanya menindak kendaraan yang tidak memiliki izin trayek saja, artinya kendaraan-kendaraan yang berplat hitam yang mengangkut penumpang dengan cara berbayar akan dilakukan penindakan.

“Bahkan, kendaraan-kendaraan yang menyimpang dari trayeknya, akan dilakukan penindakan juga” tegasnya.

Untuk menarik penumpang, para travel gelap tersebut menggunakan media sosial. Bahkan harga yang dibandrol oleh para travel gelap kepada penumpang itu lebih mahal dari pada tarif normal.

“Cobtohnya, Jakarta-Cilacap mereka patok Rp 300 – Rp 350 ribu, padahal biasanya itu hanya Rp 200 ribu. Lampung antara Rp350 – Rp 400 ribu, padahal harga normalnya hanya Rp 200 ribu,” timpal Sambodo.

Penindakan terhadap ratusan travel gelap ini juga, beber Sambodo, dilalukan melalui hunting sistem patroli siber dalam artian melaksanakan patroli di jalur-jalur jalan, baik arteri, jalan tol maupun jalur tikus yang ditengarai sering dilewati travel gelap tersebut.

“Kami juga melaksanakan patroli siber untuk melihat, meneliti dan memahami pergerakan para travel gelap ini. Karena sebagian dari mereka ini mengiklankan jasanya melalui media sosial.” tuturnya.

Untuk itu, seluruh kendaraan travel gelap yang tengah disita pihak kepolisian tersebut, akan mengikuti sidang penilangan setelah Lebaran 2021 nanti.

“Mereka ini telah melanggar Pasal 308 UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan hukuman pidana maksimal dua bulan dan denda senilai Rp500 ribu. Namun, kami tegaskan sekali lagi, kendaraan mereka tetap ada di sini dan baru bisa dipulangkan setelah menjalani proses sidang penilangan setelah selesai Lebaran,” tutupnya. (Ulis/Gomes).

 62 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *