Edarkan Sabu Seberat 5,900 Kg, Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Ungkap kasus peredaran sabu seberat 5,900 kilogram, jaringan Narkoba lintas Provinsi diamankan polisi.

Pengungkapan kasus ini berawal usai polisi mendapat laporan dari masyarakat bahwa, adanya pemesanan narkoba jenis sabu dari Jakarta yang berasal dari wilayah Pekanbaru Riau.

“Setelah dilakukan penyelidikan, gabungan tim opsnal Unit 2 Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, dan tim Opsnal Subdit 5 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, berhasil menangkap tersangka MZ beserta barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin, (19/04/2021).

Saat diinterogasi petugas, tersangka MZ, menyebut bahwa sabu seberat 5900 kilo gram tersebut, didapatkan dari orang yang bernama I. Kala itu, tersangka I yang menyuruh MZ mengambil sabu yang berada di Jalan Melati, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru Riau, pada Jumat, (09/04/2021 sekitar pukul 20.30 WIB lalu.

Setelah itu, sabu yang dikemas dalam bungkusan teh cina itu diantarkan ke pemesannya dengan kode ‘HOKI’,. Kode Hoki tersebut lanjut Yusri, digunakan untuk komunikasi antara tersangka MZ dengan penerima sabu.

“Namun sebelum sabu berhasil diserahkan ke pemesanya, tersangka MZ diamankan oleh Polisi,” terngnya.

Selain tersangka MZ hingga saat ini polisi masih memburu beberapa tersangka lain yaitu berinisial I, A dan tersangka D.

Sebab, tersangka I dan A sendiri yang menyuruh tersangka MZ untuk mengambil sabu yang berda di jalan Melati, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru Riau tersebut.

“Sementara tersangka D sendiri berhasil melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas,” tambahnya.

Bahkan, untuk melancarkan aksinya, narkotika jenis sabu ini dimasukan para tersangka ke dalam bungkus teh Cina berwarna hijau dengan dan dikemas sebanyak 5 bungkus teh warna hijau merk Cina

“Di dalamnya bungkusan itu berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto keseluruhan 5.900 gram, dan satu unit handpone warna hitam,” tutupnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. MZ terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (Gomes).

 71 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *