Hati Hati Penipuan dan Pemerasan Lewat Belanja Online

  • Share

JAKARTA, Deteksionline.com- Satuan Cyber Crime Mabes Polri diminta untuk menyelidiki akun belanja online Ds Label, yang diduga melakukan penipuan dan pemerAsan terhadap konsumen.

Permintaan ini disampaikan M Kamal, Humas Indonesia Crisis Center (ICC), lembaga yang didirikan oleh tokoh angkatan 45 DKI dan bergerak dalam penegakan hukum kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/4/20201). “Penipuan dan pemerasan lewat online ini harus diusut tuntas,” ujar M Kamal.

M Kamal menyebut pihaknya mendapat pengaduan dari seorang konsumen yang mengaku membeli pakaian lewat Ds Label. Disepakati, harga pakaian Rp 670.000. “Konsumen bernama Rafi kemudian mentransfer dana lewat rekeing Amelia,” kata M Kamal.

Lewat beberapa hari Lies, isteri dari Rafi dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Ds Label yang menyebut barang pesanan tertahan di Bea Cukai, dan tidak bisa dikirim.

“Bahkan mereka meminta saya menstransfer dana sebesar Rp 2,500.000, jika tidak ingin diproses Bea Cukai dan kepolisian,” ujar Lies.

Terang saja Lies menjadi kaget bercampur marah. Sudah ditipu Rp 670.000 dari pemesanan barang kini harus bayar Rp 2,5 juta. “Nah mereka yang berjualan kok masalahnya dibebankan keada pembeli. Ini jelas pemerasan,” ujar Lies yng dihubungi wartawan.

Kemudian Lies mengatakan akan melaporkan masalah ini ke polisi. Mendengar konsumen akan melaporkan kepada polisi, telepon dimatikan dan nomor konsumen diblokir. “ Saya laporkan masalah ini kepada keluarga saya,” kata Lies, yang bermukim di Pandeglang, Banten.

Marak Kembali

Aksi penipuan belanja online, imbuh M Kamal akan kembali marak sejalan dengan mendekati Hari Taya Idul Fitri, di mana konsumen akan memesan barang lewat online, seperti yang dilakukan Lies.

“Masyarakat diminta waspada jangan tergiur oleh tawaran-tawaran yang akhirnya menyesatkan,” ujr M Kamal Lagi.

Seiring dengan masalah ini Cyber Crime Mabes Polri diminta aktif mengawasi belanja online, jangan sampai mafia belanja tersebut merugikan asyarakat banyak. Situasinya sedang tidak baik, ketika masyarakat enggan belanja ke Mal atau pasar maka solusinya adalah belanja online. Jangan sampai masyarakat tertipu.

Nah untuk menyelidiki masalah ini, ujar M Kamal, polisi dapat menelusuri lewat nomor rekening dan namanya sangat jelas. “Kami akan surati Mabes Polri untuk memberikan data belanja online yang diduga melakukan penipuan dan pemerasan tersebut,” tegas M Kamal.  “ Ini modusnya sudah keterlaluan, sudah menipu ingin memeras pula,” tambah M Kamal, yang berharap penipu jangan menjadikan masyarakat kecil sebagai korban.

Penulis dra

 229 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *