Kolektor YN: Dipotong 20.000 Rupiah Perkilo Timah Hasil Tambang Hutan Bakau Untuk Koordinasi

  • Share

Belitung, deteksionline.com- Baru-baru ini terpantau aktifitas Tambang Timah Ilegal dialiran Sungai Pilang tepatnya lokasi itu masuk hutan Konservasi atau hutan Bakau di Desa Pilang Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, Sabtu (10/4/2021).

Berdasarkan pantauan Deteksi Online, dilokasi hutan Bakau itu terdapat Belasan Tambang Sistem Rajuk Timah di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Pilang yang berhasil dikonfirmasi Deteksi Online mengatakan, sangat disayangkan para pelaku tambang itu menghancurkan hutan Bakau, padahal hutan Bakau meruapakan hutan dilindungi oleh Negara dan sampai saat ini pelaku penambang itu tidak tersentuh oleh pihak yang berwajib.

“Mengapa pelaku yang menghancurkan hutan Bakau itu aman-aman saja tanpa ada penindakan dari pihak berwajib,” tanya warga itu yang meminta namanya jangan disebutkan.

Sementara itu berdasarkan info yang didapat bahwa pasir timah hasil dari tambang ilegal yang ada di Sungai Pilang dalam hutan Bakau  ini dijual kepada kolektor yang ada di kampung Pilang yang berinisial Yn dan setiap penjualan Timah itu dipotong sebanyak Dua puluh ribu Rupiah dengan alasan untuk koordinasi, belum jelas koordinasinya kemana.

“Iya, ada pemotongan saat penjualan pasir Timah dengan nilai Rp 20.000  perkilogramnya, untuk koordinasi,” terang YN kepada Deteksi Online, Jumat (9/4/2021)..(kandar)

 

 525 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *