Khawatir, Konflik Antar Nelayan Tradisional dan Trwal Masih akan Terjadi

  • Share

Bengkulu, deteksionline- Permasalahan nelayan tradisional dengan nelayan modern yang biasa disebut nelayan trawl masih berpotensi menimbulkan konflik terbuka di wilayah perairan laut Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Pasca insiden tersebut nelayan Desa Serangai merasa khawatir akan terjadinya bentrok kembali. Hal tersebut disampaikan oleh Asnawi Ketua Kelompok Nelayan Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara.

“Pasca insiden bentrok antara nelayan tradisional dan nelayan trawl yang terjadi pada akhir Desember 2020, membuat masyarakat dan nelayan masih khawatir kembali akan terjadi. Bila masih ada nelayan trawl yang beroprasi menangkap ikan di wilayah perairan laut Bengkulu Utara,” ungkap Asnawi.

Untuk deketahui pada bentrok tersebut menyebabkan adanya korban luka dari kedua belah pihak. Terdapat 3 orang anak buah kapal (ABK) kapal trawl mengalami luka-luka termasuk 3 nelayan tradisional juga mengalami luka-luka karena peristiwa tersebut. Tidak hanya itu reaksi atas kejadian setelah bentrok tersebut, masyarakat melakukan pembelokiran akses jalan lintas barat Desa Pasar Palik.

Pada peristiawa bentrok tersebut, sebanyak 3 unit kapal trawl berhasil diamankan oleh nelayan tradisional Desa Serangai, yang kemudian dilakukan proses hukum oleh Polda Bengkulu. (yudi/awan)

 134 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *