Kejari Pangkalpinang Terima Tersangka dan BB Perkara Bank BRI Pangkalpinang

  • Share

 

Pangkalpinang, deteksionline.com – Kejaksaan Negeri Pangkalpinang menerima penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (BB) perkara Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) di Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu Depati Amir, Kamis (9/4/2021).

Kepala Seksi Intelijen (Kastel) Kejaksaan Negeri Pangkalpinang Ryan Sumarrha Syamu SH MH menyampaikan penyerahan tersangka dan barang bukti perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit kepada 47 Debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu Depati Amir, Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019,

“Dengan tersangka atas nama E selaku Credit Ivestigator (CI) pada Bank BRI Cabang Pangkalpinang sebagai penafsir harga agunan yang diajukan ke PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk , tersangka H selaku Account Officer Bank BRI Pangkalpinang yang mengususlkan fasilitas Kredit Bank BRI Cabang Pangkalpinang, tersangka RA selaku Account Officer Bank BRI Pangkalpinang yang mengusulkan fasilitas Kredit Bank BRI Cabang Pangkalpinang,” ungkapnya.

Penyerahan tersangka dan barang bukti perkara tersebut dilakukan di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang oleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung yang dipimpin oleh Kasi Penyidikan HIMAWAN, S.H, dan Kepala Seksi Penuntutan FRANS JOMAR KARINDA, S.H., Dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang Eddowan, SH.MH.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalpinang ini menjelaskan, dalam serah terima tersebut dilakukan tes kesehatan dan rapit antigen, tersangka ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pangkalpilang selaku Penuntut Umum dan dititipkan di Rutan Polres Pangkalpinang.

“Selama 20 Hari terhitung Tanggal 8 April 2021 sampai dengan 27 April 2021 yang nantinya segera akan dilimpahkan ke Pengandilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang,” lanjutnya.

Sementara untuk Pasal yang diterapkan kepada Tersangka kata Ryan, dikenakan Pasal, “Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” katanya.

“Dan subsidiair Pasal 3 joPasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” tambahnya.

Kemudian, “Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal 20 Tahun dengan kerugian Negara atas nama Tersangka E sebesar Rp16.200.000.000,00 (enam belas milyar dua ratus juta rupiah), kerugian Negara atas nama H sebesar Rp11.400.000.000,00 (sebelas milyar empat ratus juta rupiah) dan kerugian Negara atas nama RA sebesar Rp. 11.800.000.000.00,- ( Sebelas Miliyar Delapan Ratus Juta Rupiah),”…terangnya…(hotam).

 101 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *